Sabtu, 20 Juli 19

Mengalami Tekanan, Ahmad Dhani Tak Kuasa Menangis

Mengalami Tekanan, Ahmad Dhani Tak Kuasa Menangis
* Ahmad menjalani persidangan kasus ujaran kebencian. (Foto: kabar news)

Jakarta, Obsessionnews.com – Musikus yang kini aktif di politik Ahmad Dhani tengah berupaya dirinya bisa mendapat penangguhan penahanan atau dipindah dari Rumah Tahanan (Rutan) Medaeng, Sidoarjo, Jawa Timur kembali lagi ke Jakarta. Pasalnya di Medaeng Dhani mengaku merasa mendapat tekanan batin.

Ali Lubis, pengacara Ahmad Dhani, membenarkan kliennya mengalami tekanan di Rutan Medaeng. Tapi dia tidak menyebut karena adanya ancaman kekerasan.

“Terutama karena tekanan batinnya yang jauh dari keluarga,” ujarnya di Jakarta, Rabu (27/2/2019).

 

Baca juga:

Ditahan, Dhani Sudah Mulai Kehabisan Uang

Pakai Kaos Gus Dur, Ahmad Dhani Sindir Kelompok NU

Ahmad Dhani: Saya Ditahan Tanpa Tahu Salah Saya Apa

 

Ali kembali menyatakan  kliennya sangat ingin dipindahkan ke Rutan Cipinang, sekalipun Dhani saat ini masih terdaftar sebagai caleg DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur. Alasan kembali ke Jakarta agar mudah berkomunikasi dengan keluarga dan penasihat hukum. Selama di Medaeng keluarga jarang menjenguknya.

“Bahkan sampai sekarang putrinya yang bernama Shafeea Ahmad belum pernah bertemu dengan ayahnya di Medaeng,” kata Ali.

Bukti tekanan itu ditunjukkan saat Dhani menangis di sidang lanjutan perkara pencemaran nama baik di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa 26 Februari 2019. Menurut Ali,¬† Dhani menangis karena tidak bisa merayakan ulang tahun Shafeea yang kedelapan. “Biasanya mereka berkumpul bersama keluarga.”

Dhani berharap penangguhan penahanannya diterima oleh majelis hakim. “Selama ditahan Mas Dhani sudah tidak bisa bekerja. Padahal keluarganya masih membutuhkannya,” ujar Ali sambil menambahkan, “Hal itu juga yang membuat dia jadi tertekan.” (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.