Kamis, 26 Mei 22

Mencekam! 164 Tewas Demo Rusuh Tolak Kenaikan LPG di Kazakhstan Chaos

Mencekam! 164 Tewas Demo Rusuh Tolak Kenaikan LPG di Kazakhstan Chaos
* Demo tolak kenaikan LPG di Kazakhstan. (Foto: Voanews)

Kerusuhan dalam aksi demo ribuan massa besar-besaran menolak kenaikan harga bahan bakar LPG di Kazakhstan semakin meluas, memanas dan mencekam, sekaligus bikin negara chaos.

Kementerian Kesehatan Kazakhstan menyatakan sedikitnya 164 orang tewas dalam kerusuhan yang terjadi dalam sepekan terakhir. Total jumlah korban itu dilaporkan pada Minggu (9/1/2021) waktu setempat melalui saluran berita Khabar-24.

Laporan jumlah korban tewas merupakan peningkatan signifikan dari sebelumnya. Belum diketahui jumlah tersebut hanya warga sipil atau aparat juga termasuk.

Sebelumnya, pemerintah setempat menyatakan puluhan pengunjuk rasa dan belasan petugas keamanan tewas dalam kerusuhan yang terjadi.

Mengutip AP, Kantor Kepresidenan Kazakhstan mengatakan sekitar 5.800 orang ditahan kepolisian selama protes kenaikan harga LPG yang berujung bentrok pada pekan ini. Hal itu mendorong aliansi militer Rusia mengirim pasukan untuk membantu Kazakhstan yang kini dalam status darurat.

Kazakhstan berada dalam kekacauan usai ribuan orang turun ke jalan. Pemerintah sempat menurunkan harga LPG, namun para pedemo tak puas dengan penurunan harga tersebut.

Tuntutan mereka meluas. Mulai dari kekecewaan terhadap pemerintah karena dianggap otoriter, marak korupsi, hingga kesenjangan sosial-ekonomi.

Pemerintah kemudian menetapkan status darurat sebagai respons akan kerusuhan itu. Mereka juga mengklaim berhasil mengatasi situasi. Namun, baru-baru ini Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev memerintahkan pasukan keamanan menembak ‘teroris.’

Kata teroris merujuk pada pedemo yang dianggap melakukan kerusuhan dan pemberontakan.

Dia juga mengumumkan status darurat di kota besar seperti Almaty, Mangystau dan Ibu kota Nur-Sultan sejak Rabu (5/1). Ia lalu memperbarui status menjadi darurat nasional di hari yang sama.

Status itu berlaku dari 5 hingga 19 Januari. Dalam aturan tersebut jam malam juga akan diberlakukan dari pukul 23.00 hingga 07.00 pagi waktu setempat. Pembatasan keluar masuk dari kedua kota itu pun dalam pengawasan ketat.

Namun, aksi demonstrasi yang berujung rusuh di Kazakhstan masih terus berlangsung. Para pengunjuk rasa telah menyerang pusat keuangan Almaty dan menghancurkan sejumlah fasilitas negara dalam peristiwa tersebut.

Aksi demo yang rusuh dan bikin situasi chaos tersebut membuat banyak ketukan bagi warga Almaty, terutama warga perkotaannya. Karena tidak pernah mengalami situasi menegangkan seperti saat ini.

Sedangkan, para pengunjuk rasa dinilai sebagian besar berasal dari pinggiran kota dan desa-desa sekitarnya.

“Pada malam hari ketika kami mendengar ledakan, saya takut,” kata seorang wanita bernama Kuralai kepada Reuters.

“Sungguh menyakitkan mengetahui bahwa orang-orang muda sekarat. Ini jelas telah direncanakan … mungkin pemerintah kita agak santai,” imbuhnya.

Di sisi lain, seorang pria yang menghadiri unjuk rasa pada malam pertama dan tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, sebagian besar dari mereka awalnya ikut hanya untuk menyampaikan aspirasi. Namun, tak lama terjadi kerusuhan karena ada 100-200 “pemuda agresif” mulai melemparkan batu ke polisi.

Kementerian Dalam Negeri Kazakhstan mengatakan 26 “penjahat bersenjata” telah diamankan. Sementara itu dari kerusuhan ini ada sebanyak 18 polisi dan anggota garda nasional tewas hingga Kamis lalu. (CNN/CNBC/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.