Kamis, 20 Februari 20

Lanjutkan Program Sister Port, IPC Kerja Sama dengan Pelabuhan Guangzhou

Lanjutkan Program Sister Port, IPC Kerja Sama dengan Pelabuhan Guangzhou
* Indonesia Port Corporation (IPC) melakukan Memorandum of Understanding (MoU) perpanjangan kerja sama dengan Otoritas Pelabuhan Guangzhou, di Provinsi Guangdong, RRC pada Rabu (8/5/2019). (foto: dok IPC)

Jakarta, Obsessionnews.com – PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Indonesia Port Corporation (IPC) melakukan Memorandum of Understanding (MoU) perpanjangan kerja sama dengan Otoritas Pelabuhan Guangzhou, di Provinsi Guangdong, RRC pada Rabu (8/5/2019). Hal ini dilakukan untuk merespons meningkatnya trafik perdagangan global di pelabuhan.

 

Baca juga:

IPC Buka Puasa Bersama Puluhan Anak Yatim

Tanggulangi Bencana Banjir, IPC Kolaborasi dengan Pemda Bengkulu

IPC Kenalkan Soal Pelabuhan Kepada Usia Dini Lewat Fieldtrip

 

Dalam keterangan tertulisnya yang diterima Obsessionnews.com, Kamis (9/5) Direktur Utama IPC Elvyn G. Masassya mengatakan, lewat kerja sama ini IPC berbagi pengalaman dan keahlian di bidang manajemen dan operasi kepelabuhanan dengan otoritas pelabuhan di Cina.

“IPC juga menjajaki kerjasama investasi guna merespons meningkatnya trafik perdagangan global,” kata Elvyn.

Penandatangan MoU dilakukan di sela-sela Konferensi Pelabuhan Dunia 2019, Guangzhou (International Association of Ports & Harbors – Guangzhou 2019 World Ports Conference). Di event tersebut IPC juga menjajaki kerja sama dengan Pelabuhan Sabah, Malaysia.

“Kerja sama regional dan global sudah menjadi tuntutan di tengah meningkatnya trafik pelayaran antarbenua,” tutur mantan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan itu.

 

Baca juga:

IPC Bahas Isu Strategis Industri Kemaritiman

IPC Punya Dua Direktur Baru

IPC Lakukan Penyuluhan Kesehatan ke 1.000 Warga Bojongmalang

 

Mengutip laporan Badan Perdagangan, Investasi dan Pembangunan PBB (Review of Maritime Transport  UNCTAD, 2018) volume perdagangan global terus naik dengan pertumbuhan rata-rata 3,8 persen per tahun, hingga tahun 2023.

Tahun 2017, volume perdagangan global mencapai 10,7 miliar ton, tumbuh 4 persen. Arus petikemas global mencapai 752 juta TEUs, atau naik 6 persen. Dari kenaikan itu, pertumbuhan tertinggi terjadi di Asia, yang mencapai 64 persen.

“Ini adalah potensi yang sangat bagus. IPC dan Pelabuhan Guangzhou sepakat berinvestasi dan bekerja sama memanfaatkan potensi tersebut,” jelas Elvyn.

Di ajang Konferensi IAPH 2019 itu, Elvyn memaparkan peluang baru pelabuhan, terkait Belt & Road Initiative yang digagas Cina, sebagai upaya memperkuat kerja sama perdagangan antar negara di Asia dan Eropa melalui jalur sutra maritim. Untuk itu, IPC telah mempersiapkan pelabuhan Tanjung Priok agar bisa menjadi pelabuhan hub terbesar di Asia Tenggara.

“Sebagai gerbang utama kargo internasional, Tanjung Priok akan mengkonsolidasi arus barang ekspor impor dari dan ke Indonesia,” ungkapnya.

Selain itu, IPC juga menginisiasi Integrated Port Network atau jaringan kepelabuhanan terintegrasi yang disebut Trilogi Maritim. “Kami yakin ini menjadi solusi penurunan biaya logistik melalui 3 pilar, yakni standarisasi pelabuhan, aliansi pelayaran dan pengembangan industri yang terkoneksi dengan pelabuhan,” pungkas pria yang gemar musik jazz itu.

Seperti diketahui, dua pecan lalu IPC melakukan memperpanjang kerja sama program sisterport dengan Pelabuhan Ningbo, yang merupakan kota pelabuhan terbesar di pesisir Timur Cina pada Jumat (26/4). Kerja sama lanjutan ini melingkupi rencana pembukaan layanan pelayaran langsung (direct call services) antara Pelabuhan Ningbo dan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Pada Rabu (8/5) IPC kembali memperpanjang kerja sama Program Sister Port dengan otoritas pelabuhan di Cina. Kali ini, perpanjangan kerja sama  dilakukan dengan Otoritas Pelabuhan Guangzhou, di Provinsi Guangdong, RRC. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.