Rabu, 16 Oktober 19

Kuliner Aceh Luar Biasa!

Kuliner Aceh Luar Biasa!
* Aceh tidak hanya memiliki keindahan alam dan budaya, namun juga mempunyai potensi kuliner yang spektakuler! (Foto: Kementerian Pariwisata)  

Jakarta,  Obsessionnews.comAceh tidak hanya memiliki keindahan alam dan budaya, namun juga mempunyai potensi kuliner yang spektakuler! Provinsi di ujung barat Indonesia ini mempromosikan keragaman kuliner sebagai daya tarik wisata di Aceh Culinary Festival (ACF) yang digelar di Taman Ratu Safiatuddin Banda Aceh, 5-7 Juli 2019.

 

Baca juga:

Festival Ramadhan Perkuat Status Aceh Destinasi Wisata Halal

Ini Larangan yang Berlaku di Aceh Pada Saat Ramadhan

Kata Mahfud Penyebutan Garis Keras Justru Pujian untuk Warga Aceh

Aceh Promosikan Wisata Halal di Malaysia

 

Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Management Calender of Event (CoE) Esthy Reko Astuti saat pembukaan ACF, Jumat (5/7), mengatakan Aceh memiliki potensi luar biasa di sektor kuliner, karena narasi dan gaya cerita yang kuat tentang kuliner Aceh.

“Kuliner Aceh merupakan suatu proses rangkaian dari proses hulu ke hilir. Sebab, komersialisasinya bisa dimulai dari wisata agrikultur, wisata organik, wisata pendidikan, wisata sejarah, sampai wisata membuat makanan,” tutur Esthy seperti dikutip obsessionnews.com dari siaran pers, Senin (8/7).

Dalam portofolio pariwisata selama ini sektor kuliner menyumbang sekitar 30-40 persen pendapatan pariwisata. Ekonomi kreatif berkontribusi sebesar 7,38 persen terhadap perekonomian nasional dengan total produk domestik bruto (PDB) sekitar Rp852,24 triliun. Dari total kontribusi tersebut subsektor kuliner menyumbang 41,69 persen.

“Kalau kuliner dibina dengan baik, semua aspek akan tersentuh. UMKM tersentuh, pariwisata, budaya juga tersentuh. Sangat luas pengaruhnya. Apalagi sektor perekonomian,” tandas Esthy.

Pada kesempatan yang sama, Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Helvizar Ibrahim mengatakan, sektor kuliner menjadi salah satu potensi yang menjanjikan bagi pariwisata Aceh.

Pengaruhnya juga besar misalnya mie Aceh, kopi Gayo, ayam tangkap, dan berbagai jenis makanan Aceh lainnya yang mempengaruhi kuliner di luar Aceh.

“Bahkan hingga di Indonesia bagian timur pun, mie Aceh disukai masyarakat luas. Kopi Gayo yang telah mendunia. Itu semua menjadi bagian budaya dan tradisi Aceh. Sebuah identitas yang harus dimaksimalkan untuk mendukung pariwisata,” ujar Helvizar.

Helvizar mengatakan, gelaran ACF kali ini begitu meriah, tercatat selama tiga hari pelaksanaan, ACF dikunjungi lebih dari 62 ribu orang.

“Saat ini perputaran uang sudah mencapai Rp4,1 miliar dengan penjualan tertinggi tenant Rp70 juta dan penjualan terendah tenant Rp3,5 juta selama pelaksanaan acara,” katanya.

Sementara itu pakar kuliner Chef William Wongso yang juga hadir dalam ACF 2019 itu ikut angkat bicara tentang masakan aceh yang memiliki cita rasa kuat dalam setiap menunya.

“Membicarakan kuliner Aceh itu selalu menyenangkan. Karena sangat kuat cita rasa yang dihadirkannya. Ada asam, gurih, dan pedas. Belum lagi kekuatan rempahnya yang sangat luar biasa. Ragam olahannya banyak. Ini menjadi keunggulan tersendiri dari kuliner Aceh,” ujarnya.  (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.