Minggu, 25 Agustus 19

Festival Ramadhan Perkuat Status Aceh Destinasi Wisata Halal

Festival Ramadhan Perkuat Status Aceh Destinasi Wisata Halal
* Aceh menggelar Festival Ramadhan 2019. (Foto: FB Kemenpar)

Banda Aceh, Obsessionnews.com – Anda ingin memperoleh suasana berbeda di bulan suci Ramadhan ini? Datang saja ke Aceh. Karena sedang ada Festival Ramadhan 2019.

Festival Ramadhan 2019 dibuka secara resmi pada 7 Mei lalu di Taman Budaya Aceh. Event ini akan berlangsung hingga 21 Mei mendatang.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Rizki Handayani menuturkan, Aceh selalu memberikan yang terbaik saat Ramadhan.

“Aceh selalu memiliki caranya sendiri untuk menjaring wisatawan. Terlebih di saat Ramadhan seperti saat ini. Nuansa Islami sangat terasa kental di sana. Hal itu dimungkinkan karena Aceh dikenal dengan provinsi yang sudah menjalankan Syariat Islam,” papar Rizki seperti dikutip Obsessionnews.com dari laman Facebook Kemenpar.

Ia menambahkan, wisatawan muslim dalam dan luar negeri pasti akan senang bisa melewatkan Ramadhan yang syahdu di Aceh. Terlebih saat sedang ada kegiatan seperti Festival Ramadhan 2019.

Ajang Silaturahmi
Festival Ramadhan sendiri lebih dari sekadar event. Festival ini adalah ajang silaturahmi. Juga memperkuat status Aceh sebagai destinasi wisata halal.

“Pemerintah Provinsi Aceh sudah memasukkan festival ini ke dalam calendar of event 2019 mereka. Yang artinya Aceh memang membidik wisatawan dalam luar negeri dari event ini. Khususnya wisatawan muslim. Hal ini terkait juga dengan status Aceh sebagai destinasi wisata halal,” katanya.

Sajian dalam Festival Ramadhan 2019 sengat lengkap. Ada kuliner khas Bumi Serambi Mekkah. Ada juga atraksi budaya. Menariknya, bukan hanya budaya lokal yang disajikan. Tarian Timur Tengah juga ada. Yang pasti, semua yang disajikan sangat kental dengan nuansa Islami.

Festival ini menyiapkan 26 stand kuliner. Ada kuliner tradisional Aceh hingga kuliner nusantara. Lalu ada juga 16 stand non kuliner yang diisi oleh para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Aceh. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.