Minggu, 24 Oktober 21

Kudeta Militer Bisa Hancurkan Ekonomi di Myanmar

Kudeta Militer Bisa Hancurkan Ekonomi di Myanmar
* Situasi saat kudeta militer di Myanmar. (Foto: Getty Images)

Para pelaku bisnis dan analis memperkirakan bahwa kudeta di Myanmar kemungkinan besar akan bisa merusak perekonomian negara tersebut.

Perusahaan-perusahaan mengatakan kudeta telah membahayakan investasi asing senilai miliaran dolar.

Amerika Serikat (AS) telah mengatakan sedang mempertimbangkan untuk menjatuhkan sanksi tambahan pada Myanmar, yang merupakan salah satu negara termiskin di kawasan.

Namun, dampak sanksi AS bisa saja terbatas karena sebagian besar investasi negara tersebut berasal dari Asia.

Menurut Bank Dunia, Singapura adalah investor asing terbesar di Myanmar tahun lalu, menyumbang 34% dari keseluruhan investasi. Sementara, investor terbesar kedua dengan 26% dari total investasi adalah Hong Kong.

Komitmen Investasi Asing Langsung (FDI) ke Myanmar bernilai US$5,5 miliar (sekitar Rp77 triliun) pada tahun fiskal 2020, yang berakhir pada September.

Real estat dan manufaktur masing-masing menyumbang sekitar 20% dari angka itu.

Angka-angka ini diperkirakan akan turun secara signifikan tahun ini karena pandemi Covid-19.

Apakah China akan jadi pemenangnya?
Vriens & Partners adalah konsultan urusan pemerintah yang saat ini menangani proyek senilai $ 3 miliar- $ 4 miliar (Rp42-Rp56 triliun) untuk klien asing yang berinvestasi di Myanmar.

Proyek tersebut terutama fokus pada energi, infrastruktur dan telekomunikasi.

Semua investasi itu berisiko sekarang,” kata managing partner perusahaan Hans Vriens.

“Negara ini telah terpukul parah oleh Covid dan oleh kurangnya minat investasi. Sekarang ditambah peristiwa ini.”

Sanksi dapat berdampak signifikan pada investasi asing, dengan perusahaan Barat dan Jepang berpikir dua kali untuk berinvestasi di Myanmar.

Dengan AS yang sudah mempertimbangkan sanksi terhadap Myanmar, Vriens berpikir bisnis mungkin beralih ke China sebagai gantinya.

“Ini benar-benar satu-satunya negara yang bisa mereka harapkan,” katanya. (Red)

Sumber: BBC News

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.