Rabu, 18 September 19

Kivlan Zen Ajukan Perlindungan Hukum ke Pemerintah

Kivlan Zen Ajukan Perlindungan Hukum ke Pemerintah
* Kivlan Zen. (Sinar Harapan).

Jakarta, Obsessionnews.com – Kivlan Zen masih ngotot dirinya tidak bersalah dalam kasus kerusuhan 22 Mei 2019. Ia pun mengajukan perlindungan hukum kepada pemerintah melalui Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu dan Menko Polhukam Wiranto. Kivlan berharap penahanannya ditangguhkan.

“Ke Menhan, ke Pak Wiranto, ke Pangkostrad, ke Danjen Kopassus, ke Kaskostrad minta perlindungan hukum dan jaminan penangguhan,” kata pengacara Kivlan, Tonin T Singarimbun, di Jakarta Rabu (12/6/2019).

 

Baca juga:

Polisi Ungkap Lima Komponen Dalam Kasus Senjata Ilegal Kivlan Zen

Pendukung Prabowo, Kivlan Zen Bukan Bagian dari BPN

Dibekali Senjata, Tersangka Diminta Kivlan Zen Bunuh Yunarto Wijaya

 

Surat tersebut sudah dilayangkan Kivlan melalui pengacaranya. Tonin menjelaskan alasan pihaknya meminta perlindungan hukum kepada Menhan hingga Menko Polhukam. Kliennya merasa dikriminalisasi dan dizalimi terkait kasus kepemilikan senjata api serta rencana pembunuhan terhadap 4 pejabat negara.

“Terhadap perbuatan dari pihak kepolisian yang sudah melewati ketentuan yang normal kita wajib meminta perlindungan hukum. Kenapa? Dia dijadikan tersangka tanggal 29 (Mei) langsung ditahan, diambil di Bareskrim dengan pakaian lengkap, itu kan nggak manusiawi kan kita anggap. Sebaiknya panggil, habis itu jadi saksi kan. Kan orang dilaporkan aja harus jadi saksi dulu, kecuali ketangkap narkoba, bawa senjata,” tutur Tonin.

“Abis itu keluar di TV kemarin, itu yang kejam sekali dituding sebagai dalang pembunuhan. Berarti kan Pak Kivlan sudah jadi tersangka. Sementara belum pernah diperiksa. Kalau penyelidikan itu kan soft, tidak boleh terbuka. Kalau ini baru mau nyelidik tapi diumumkan ke publik apa namanya. Pasal yang dipakai senjata api bukan rencana pembunuhan. Kan yang ada Pak Kivlan yang mau dibunuh,” imbuh dia.

Seperti diketahui, Kivlan sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata api dan makar. Nama Kivlan juga diseret dalam rencana pembunuhan kepada empat tokoh nasional, yakni Wiranto, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan, serta Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan Gories Mere.

Pengakuan para tersangka terkait rusuh 22 Mei mengungkapkan bahwa Kivlan merupakan pengorder pembunuhan kepada empat tokoh tersebut. Namun pengakuan tersebut langsung dibantah oleh tim hukum Kivlan yang mengklaim bahwa justru kliennya yang menjadi target pembunuhan.

Tidak berhenti di situ, polisi juga sudah menetapkan tersangka politisi PPP Habil Marati. Ia ditangkap pada Rabu (29/5/2019) di rumahnya Jalan Metro Kencana Kelurahan Pondok Pinang. Ditangkap di rumahnya. Dalam kasus ini, HM yang merupakan pemberi dana untuk melakukan kerusuhan kepada tersangka KZ alias Kivlan Zen.

Tujuannya untuk pembelian senjata api, juga memberikan uang Rp 60 juta langsung kepada HK (alias Iwan) tersangka kerusuhan untuk biaya operasional dan pembelian senjata api,” lanjut Ade.

Polisi juga merinci uang Rp 60 juta tersebut yakni Rp 10 juta untuk operasional dan Rp 50 juta untuk melaksanakan unjuk rasa. Tidak hanya itu, polisi juga menyita beberapa barang bukti dari tersangka HM. Di antaranya ponsel genggam untuk melakukan komunikasi dan print out transaski bank. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.