Selasa, 20 Agustus 19

Kenapa di Kamar Hotel Tidak Ada Guling, Ini Jawabannya

Kenapa di Kamar Hotel Tidak Ada Guling, Ini Jawabannya
* Kamar hotel tanpa guling. (Foto: Dokumen pribadi)

Jakarta, Obsessionnews.com – Tanpa disadari jika menginap di hotel khususnya yang berbintang sulit sekali menemukan guling di kamar hotel. Bahkan bisa dibilang hampir tidak ada yang menyediakannya. Pihak hotel hanya menyediakan bantal tanpa guling.
Kira-kira alasannya apa ya? Padahal bagi orang Indonesia, guling semacam teman tidur yang wajib ada di kasur.

Berikut empat alasan mengapa guling tidak disediakan di kamar hotel berbintang:

1. Hotel Indonesia masih menganut gaya hidup western

Di barat tidak dikenal guling dalam kamar hotel. Guling muncul ketika Belanda menjajah Indonesia beberapa ratus tahun lalu. Tentara Belanda yang dikirim ke sini harus tinggal selama 1-3 tahun. Mereka harus meninggalkan istri dan keluarganya di Belanda sehingga libido mereka harus tetap disalurkan.

Sehingga mereka mencari ‘gundik’ atau Nyai yang bisa menemani tidur. Tapi tidak semua demikian. Ada yang bikin semacam teman tidur yang bisa dipeluk. Akhirnya lahirlah guling yang sering disebut juga sebagai ‘Dutch Wife’ yang dianggap sebagai istri mereka dan bisa dipeluk saat tidur. Jadi guling praktis cuma terkenal di Belanda dan Indonesia, meski guling juga sudah dikenal di beberapa negara lain.

Kiblat pembangunan hotel di Indonesia juga mengacu pada hotel-hotel di barat. Dalam service hotel ala barat, tidak dikenal adanya guling. Jadi hotel di Indonesia pun juga tidak menyediakan guling. Meskipun ada beberapa yang menyediakan.

2. Guling dianggap tidak higienis

Guling tidak higienis karena dipeluk oleh tamu-tamu sebelumnya. Banyak tamu yang jijik dengan guling karena dianggap kotor. Bayangkan saja, tamu-tamu hotel bisa datang dari bermacam-macam kalangan. Berbeda dengan bantal yang cuma kena kepala, sementara guling bisa ‘diapa-apakan’ oleh tamu hotel. Bisa dipeluk atau dimain-mainkan, apalagi banyak juga tamu yang tidur dengan tanpa mengenakan busana.

Gesek-gesekan antara kulit manusia yang bermacam-macam dengan guling bikin benda yang satu ini kotor banget. Apalagi jika tamunya tidak mandi atau punya penyakit kulit. Nggak heran kalau tamu hotel jijik dengan guling, ya meskipun sudah dicuci tetap saya rasanya nggak higienis.

3. Orientasi tamu hotel adalah turis

Turis asing tidak mengenal istilah guling bahkan tidak tau ada benda seperti itu. Mereka adalah pelanggan hotel yang berasal dari berbagai negara. Di negara lain tidak ditemui, atau hampir jarang ditemui sesuatu benda bernama guling. Ada sih bentuk semacam guling tapi untuk landasan leher atau punggung. Bukan dipeluk seperti guling.

4. Tamu kerap bawa pasangan

Meski tidak semua, tapi hotel tetap identik sekali dengan tempat untuk menginap pasangan lawan jenis. Dengan begitu guling dianggap tidak dibutuhkan. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.