Minggu, 3 Maret 24

Kementerian PUPR Pastikan Kelancaran Arus Lalu Lintas Nataru 2023-2024 dengan Kesiapan Infrastruktur

Kementerian PUPR Pastikan Kelancaran Arus Lalu Lintas Nataru 2023-2024 dengan Kesiapan Infrastruktur
* Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono menyampaikan informasi kesiapan jalan tol di Rapat Koordinasi Kesiapan Menghadapi Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 di Jakarta pada Kamis (7/12/2023). (Foto: Kementerian PUPR)

Obsessionnews.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menegaskan kesiapan jalan tol dan jalan nasional di seluruh Indonesia untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas selama libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru). Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, menyampaikan informasi tersebut dalam Rapat Koordinasi Kesiapan Menghadapi Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 di Jakarta pada Kamis (7/12/2023).

Dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/12) Basuki juga menyampaikan, jaringan jalan nasional di Indonesia mencapai 47.603 km dengan tingkat kemantapan rata-rata mencapai 92,2%. Jalan tol yang sudah beroperasi mencapai 2.816 km, dan hingga akhir tahun 2023, target pembangunan jalan tol adalah sepanjang 357 km.

Baca juga: Jokowi Apresiasi Keberhasilan Kementerian PUPR dalam Pembangunan Infrastruktur

“Pembangunan jalan tol hingga akhir tahun 2023 ditargetkan sepanjang 357 km. Sampai November 2023, sepanjang 236 km sudah dioperasikan, dan sepanjang 121 km juga akan dapat dioperasikan fungsional pada saat Nataru,” ungkap Basuki.

Pulau Jawa, sebagai pusat aktivitas ekonomi, memiliki jalan tol operasional sepanjang 1.782 km dengan penambahan beberapa ruas tol, seperti Tol Jakarta Cikampek II Selatan dan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA, yang akan difungsionalkan selama periode Nataru. Selain itu, jalan nasional di Pulau Jawa yang siap digunakan mencapai 4.581 km.

Pulau Bali telah memiliki Tol Bali-Mandara sepanjang 10,1 km, sementara Pulau Sumatera memiliki ruas jalan nasional siap digunakan sepanjang 7.467 km. Penambahan ruas tol operasional juga dilakukan di Pulau Sumatera, mencakup Tol Sigli-Banda Aceh, Tol Binjai-Langsa, Tol Simpang Indralaya-Muara Enim, Tol Indrapura-Kisaran, dan Tol Binjai-Langsa Seksi Kuala Bingai-Tanjung Pura.

Di Pulau Kalimantan, terdapat Jalan Tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 97 km dan ruas jalan nasional sepanjang 5.563 km. Sementara di Pulau Sulawesi, jalan tol operasional mencapai 62 km dengan tambahan ruas tol operasional/fungsional, seperti akses Makassar New Port tahap 1 dan 2. Ruas jalan nasional siap digunakan di Pulau Sulawesi mencapai 18.782,8 km.

Baca juga: Bangun IKN, Kementerian PUPR Terapkan Transformasi Digital

Basuki juga menekankan peningkatan infrastruktur melalui program Inpres Jalan Daerah, dengan fokus pada akses jalan tol di Lampung, akses pariwisata di Sumatera Utara, akses ke Puncak Bogor, dan ruas Paseh-Congeang untuk mendukung exit Tol Cisumdawu.

Untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas, Menteri Basuki menyatakan bahwa tidak akan ada kegiatan perbaikan jalan selambat-lambatnya pada H-10, sementara aplikasi BPJT Info akan disediakan, dan fasilitas seperti toilet cabin, mobil tangki air, bis toilet, vacum tinja, dan hidran umum juga akan tersedia. Tim tanggap bencana akan disiagakan di titik-titik rawan bencana.

Rapat koordinasi dihadiri oleh Direktur Jenderal Bina Marga Hedy Rahadian dan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Miftachul Munir sebagai langkah konkret Kementerian PUPR dalam memastikan kenyamanan dan keamanan selama musim liburan Natal dan Tahun Baru. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.