Sabtu, 11 Juli 20

Kemenparekraf Dorong Pelaku Kuliner untuk Cepat Beradaptasi di Masa Normal Baru

Kemenparekraf Dorong Pelaku Kuliner untuk Cepat Beradaptasi di Masa Normal Baru
* Salah satu pelaku kuliner Indonesia. (Foto: Kemenparekraf)

Jakarta, Obsessionnews.com – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mendorong Para pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf), termasuk kuliner untuk dapat cepat beradaptasi di masa normal baru dimana semua kegiatan harus berpedoman pada protokol kesehatan.

Untuk itu, Kemenparekraf menggelar virtual talkshow bertajuk “Strategi Jualan Kuliner pada Era New Normal di Wilayah Surakarta dan Sekitarnya”, Kamis (25/6/2020).

Dalam kesempatan itu, Dosen Ilmu dan Teknologi Pangan dari Universitas Sebelas Maret Surakarta Ardhea Mustika Sari mengatakan, kuliner yang merupakan bagian dari sektor pariwisata yang terkena dampak langsung dari pandemi Covid-19. Ia mencontohkan kuliner di Kota Solo yang dikenal dengan berbagai menu khas dan bisa dinikmati selama 24 jam.

“Tetapi begitu masa pandemi ini hampir semua subsektor pariwisata tak terkecuali kuliner ikut terdampak yang otomatis mengalami penurunan omzet yang sangat tajam,” kata Ardhea dalam keterangan tertulis Kemenparekraf, Minggu (28/6).

Untuk itu, Ardhea mendorong para pelaku usaha kuliner untuk dapat cepat bangkit dengan beradaptasi dan melakukan segala kegiatan yang berpedoman pada protokol kesehatan.

“Termasuk dengan lebih memanfaatkan teknologi,” tambahnya.

Menurut dia, banyak kehidupan yang berubah ke arah digital seperti melakukan teleconference atau virtual meeting dan juga webinar.

“Ini adalah bukti bahwa digitalisasi merupakan bagian dari era normal baru yang berlaku kepada semua sektor termasuk sektor kuliner yang diharapkan dapat membawa suatu terobosan, khususnya di Surakarta,” kata Ardhea.

Hal senada dikatakan Kepala Dinas Pariwisata Kota Surakarta Hasta Gunawan. Ia mengatakan para pelaku di sektor kuliner juga harus dapat melakukan terobosan dengan mengedepankan kreativitas dalam mengelola produk. Diantaranya bagaimana mengemas jenis-jenis makanan yang bisa lebih awet meski tanpa pengawet.

“Kita harus terus berpikir dan mengembangkan bagaimana kreativitas-kreativitas di bidang pengemasan ini menjadi lebih menarik konsumen,” kata dia. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.