Jumat, 20 Mei 22

Kemenkop dan UI Dorong Gerakan Mahasiswa Pengusaha

Kemenkop dan UI Dorong Gerakan Mahasiswa Pengusaha
* Deputi Bidang Pemberdayaan SDM, Kementerian Koperasi dan UKM, Prakoso BS memberikan pengarahan dalam acara sosialisasi program Gerakan Mahasiswa Pengusaha, di kampus Universitas Indonesia, Depok, Senin (19/3/2018).

Depok, Obsessionnews.com – Deputi Bidang Pemberdayaan SDM, Kementerian Koperasi dan UKM Prakoso BS mengajak mahasiswa Universitas Indonesia (UI) untuk mulai melangkah menggeluti dunia wirausaha sejak masih berstatus mahasiswa.

“Kalau sudah ada ide bisnis, langsung jalankan, jangan banyak pertimbangan, dan jangan takut gagal,” tegas Prakoso pada acara sosialisasi program Gerakan Mahasiswa Pengusaha, di kampus Universitas Indonesia, Depok, Senin (19/3/2018).

Gerakan Mahasiswa Pengusaha merupakan program yang diinisiasi Kemenkop dan UKM bekerjasama dengan 59 perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia, termasuk UI.

Di hadapan para mahasiswa UI, Prakoso berharap para mahasiswa memulai bisnis yang sesuai dengan hobinya. Pasalnya, bila bidang usaha sesuai dengan hobi biasanya akan memiliki kelanggengan usaha yang lebih lama dan stabil.

“Selain itu, pilihlah bidang usaha yang belum digarap orang. Atau, pilih usaha yang spesifik pasarnya dan unik, sehingga masih jarang pesaingnya. Jangan pilih bisnis yang sudah dimasuki banyak orang,” papar Prakoso.

Yang jelas, kata Prakoso, Gerakan Mahasiswa Pengusaha ini bertujuan untuk mengubah mindset para mahasiswa dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja. Jangan gengsi untuk memulai diri menjadi wirausaha. Kalau kita sudah terbelit gengsi ya akan susah melangkah.

“Selain itu, tujuan program gerakan ini juga untuk menumbuhkan jumlah wirausaha di Indonesia. Saat ini, rasio kewirausahaan kita masih di level 3,1%. Masih jauh bila dibandingkan dengan negara seperti Singapura, Malaysia, AS, dan Jepang,” imbuh Prakoso.

Meski begitu, Prakoso mengakui bahwa kendala utama bagi mahasiswa untuk menjadi wirausaha justru datang dari orangtuanya. Menurutnya, masih banyak orangtua yang keberatan ketika anaknya memilih jalur hidup menjadi wirausaha.

“Masih banyak orangtua yang menginginkan anak-anaknya kerja kantoran atau menjadi pejabat. Di samping itu, banyak orangtua keberatan anaknya berbisnis saat masih menjadi mahasiswa karena takut kuliahnya ketinggalan,” ungkap Prakoso lagi. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.