Senin, 10 Agustus 20

Kemenag Pastikan Arab Saudi Bukan Minta Penundaan Haji 2020, Tapi Menunda Pelaksanaan Kontrak Layanan

Kemenag Pastikan Arab Saudi Bukan Minta Penundaan Haji 2020, Tapi Menunda Pelaksanaan Kontrak Layanan
* Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi. (Foto: dok. pribadi)

Jakarta, Obsessionnews.com – Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia meluruskan isu yang beredar tentang penundaan ibadah haji pada 2020 ini. Kemenag memastikan Pemerintah Arab Saudi bukan meminta penundaan rencana haji tahun ini, tapi menunda pelaksanaan kontrak layanan di Arab Saudi.

Demikian diungkapkan Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI Zainut Tauhid Sa’adi dalam keterangan tertulisnya yang diterima obsessionnews.com, Minggu (19/4/2020).

 

Baca juga:

Ini Penjelasan Wamenag Zainut tentang Penggunaan Asrama Haji untuk RS Darurat Tanggulangi Corona

Wamenag Zainut: Siskohat Memberikan Kepastian dan Keadilan kepada Semua Calon Jemaah Haji

Tangkal Covid-19, MUI Dukung Istighotsah dan Dzikir Nasional

 

Menurut Wamenag, ada kesalahpahaman dalam memahami pernyataan Menteri Haji dan Umrah KSA bahwa yang dimaksud adalah meminta untuk menunda membuat kontrak haji sampai kondisinya jelas.

Pemerintah Arab Saudi belum pernah mengumumkan apakah ibadah haji pada tahun ini, yang dijadwalkan dimulai pada akhir Juli, tetap berlangsung atau tidak. Sehingga kami tetap membuat dua opsi.

Opsi pertama,  pelaksanaan ibadah haji tahun 2020 tetap berjalan. “Untuk hal ini kami sudah  mempersiapkan semua teknis penyelenggaraan baik pelayanan akomodasi, katering, transportasi luar dan dalam negeri dan lainnya. Persiapan tersebut sudah berjalan dua bulan lebih, bahkan sudah hampir selesai semuanya. Tinggal melakukan pembayarannya,” tutur Zainut.

Dan opsi kedua jika penyelenggaraan ibadah haji tahun 2020 dibatalkan,  untuk hal ini pun Kemenag sudah memiliki langkah mitigasinya. Prinsipnya Kemenag akan memberikan pelayanan kepada calon jamaah yang sebaiknya.

“Jika ternyata haji tahun ini dibatalkan, dana yang disetorkan saat pelunasan, dapat dikembalikan lagi ke jamaah. Porsi jamaah untuk berangkat tahun berikutnya tidak hilang,” tandasnya.

Kemenag terus mengimbau para calon jamaah haji agar bersabar, berdoa dan tetap mengikuti setiap tahapan haji, sembari terus sabar memantau perkembangan di Saudi.

“Apapun keputusan Kerajaan Saudi dan Pemerintah Indonesia, itu pasti dilakukan bagi kemaslahatan orang banyak, khususnya para calon jamaah haji,” tegasnya. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.