KAPPIJA 21 dan JICA Beri Edukasi Masyarakat Soal Pandemi Covid-19 Melalui Video

Jakarta, Obsessionnews.com - Keluarga Alumni Program Persahabatan Indonesia Jepang Abad ke-21 (KAPPIJA 21) dan Japan International Cooperation Agency (JICA) berkolaborasi untuk terlibat aktif memberikan kontribusi nyata dalam penanggulangan masalah Pandemi Covid-19. Baca juga: KAPPIJA-21 Edukasi Masyarakat Soal Protokol Kesehatan Lewat Video Animasi Ketua Umum Kappija 21 Harry Kaligis Bsc, MPA, MBA menjelaskan, organisasi yang dipimpinnya ini adalah kumpulan alumni Program Persahabatan Indonesia Jepang untuk Abad ke-21 yang didirikan pada tahun 1985. Para mantan peserta dari program yang digagas oleh mantan Perdana Menteri Jepang Yasuhiro Nakasone sejak1984 ini merasa terpanggil untuk memberikan sumbangsih bagi masyarakat Indonesia melaui pemberian edukasi dalam menghadapi pandemi Covid-19 kepada masyarakat melalui sebuah video singkat yang menarik. Halaman selanjutnya Tidak hanya itu, kerja sama dengan JICA terkait Covid-19 ini juga dilakukan dengan mendistribusikan pelengkapan kesehatan pribadi (hygiene kit) seperti cairan pembersih tangan (hand sanitizer), sabun cair, masker dan alat makan. “Kami membantu JICA mendistribusikan perlengkapan kesehatan tersebut melalui Pengurus Daerah lebih dari 5 ribu Anggota KAPPIJA 21 yang tersebar di seluruh Indonesia,” ujar Harry dalam keterangan tertulisnya yang diterima obsessionnews.com, Rabu (11/11/2020). Adapun Kantor JICA Indonesia melalui Ogawa Shinegori selaku Chief Representative menyampaikan, pihaknya sangat senang dapat berkolaborasi dengan KAPPIJA 21. Halaman selanjutnya "Pemerintah Jepang melalui JICA sangat peduli dan ingin terlibat mendukung masyarakat Indonesia mengadapi situasi ini JICA melihat KAPPIJA 21 sebagai mitra yang tepat," ujar Ogawa. Ogawa menyampaikan hal tersebut dalam pertemuan antara JICA dengan KAPPIJA 21 beberapa waktu lalu, dengan didampingi Tanaka Tsutomu (Senior Representative), Omiya Kota (Senior Representative), Ando Hisao (Representative), Sri Widyastuti (Training Section) dan Yohanes Himawan (Public Relations). Adapun dari KAPPIJA 21 hadir Affan Pasaribu (Dewan Pengawas), Harry Kaligis (Ketua Umum), Afdal Marda (Sekjen), Sjahriati Rohmah (Wakil Ketua Umum), Kiagus Andre Zailani (Ketua Divisi dan Project Leader Video) serta Sonya Sianturi (Project Member Hygiene Kits). Pria yang baru saja memulai masa tugasnya di Indonesia ini juga menyampaikan apresiasi atas upaya kolaborasi yang dilakukan dalam membuat video edukasi dan pendistribusian hygiene kit. Halaman selanjutnya Tidak hanya itu, dengan sungguh-sungguh, Omiya Kota selaku Senior Representative menambahkan dirinya akan menyampaikan video edukasi ini ke kantor pusat JICA di Tokyo, Jepang. "Sebagai satu contoh kolaborasi yang hebat antara JICA dengan salah satu lembaga di Indonesia,” ucapnya. Terkait video edukasi, Kiagus Andre Zailani selaku Project Leader menceritakan tantangan yang dihadapi. Andre mengaku harus merumuskan metode penyampaian pesan yang tepat agar bisa diterima oleh audiens dengan cakupan usia, psikografi dan demografi yang begitu luas. "Melalui proses diskusi yang cukup panjang, maka video dalam bentuk animasi yang kemudian terpilih untuk digunakan," ujar Andre. Dia menjelaskan, karena dengan menggunakan video tersebut dapat diterima seacara universal dalam mengajak masyarakat menjalankan Adaptasi Kebiasaan Baru di masa pandemi ini. Pendistribusian video ini akan dilakukan melalui media sosial dan aplikasi percakapan yang dirasa sangat efektif. Tidak hanya di Indonesia, video ini akan didistribusikan secara khusus ke negara-negara Asia Tenggara melalui jaringan AJAFA 21 (Asean-Japan Friendship Association for The 21st Century). Hal ini dikonfirmasi oleh Afdal Marda selaku Sekjen KAPPIJA 21 saat mengundang anggota AJAFA 21 untuk hadir pada acara Pemutaran Perdana video ini secara daring pada 7 November 2020 yang akan datang. Andre mengatakan, konten dalam video ini selaras dengan kampanye pemerintah yang mengajak masyarakat memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. “Semoga masyarakat dapat menerima dengan baik pesan yang disampaikan, dan yang terpenting adalah melaksanakannya secara disiplin,” pungkasnya. (Poy)





























