Jumat, 6 Desember 19

Jokowi Jadi Rebutan Dua Kekuatan Poros Ekonomi Dunia

Jokowi Jadi Rebutan Dua Kekuatan Poros Ekonomi Dunia

Beijing – Penyelenggaraan KTT APEC 2014 di Beijing, Tiongkok menjadi ajang tarik menarik kepentingan antara dua kekuatan poros ekonomi dunia, Amerika Serikat di satu sisi dengan Tiongkok dan Rusia di sisi lain. Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang merupakan orang baru dalam panggung internasional menjadi rebutan diantara mereka.

Amerika tergabung dalam Kemitraan Trans Pasifik (Trans-Pacific Partnership/TPP). TPP adalah kesepakatan perdagangan bebas yang diikuti oleh tujuh belas negara Asia-Pasifik yang juga diikuti beberapa negara anggota ASEAN, yakni Malaysia, Singapura, Brunei, dan Vietnam.

Sedangkan Rusia masuk Kawasan Perdagangan Bebas Asia Pasifik (Free Trade Area Asia Pacific/FTAAP). FTAAP ditengarai sebagai upaya menuju Regional Economy Integration (REI) untuk kesejahteraan bersama di kawasan.

Presiden RI Joko Widodo menegaskan Indonesia tidak ingin menjadi sekadar pasar bagi tarik menarik kepentingan ekonomi negara-negara besar itu tapi yang terpenting adalah kerjasamanya bisa memberikan manfaat nyata bagi Indonesia.

“Tentu saja kalau kita melihat itu kepentingan mencari kawan. Kita sendiri konstitusi bebas aktif. Saya mau mencari kawan siapapun boleh dong, mau di sini- di sini. Tapi dengan catatan kepentingan nasional, kepentingan rakyat kita harus dinomor satukan,” ujar Presiden Jokowi, Senin (10/11/2014) malam.

Netralitas Jokowi terlihat jelas saat sesi foto bersama para pemimpin KTT APEC 2014. Di sana Jokowi berdiri diapit oleh Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan aliansi Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

“Itu simbol, itu harus dibaca. Kita jadi rebutan gitu loh,” kata Jokowi sambil mengungkap makna di balik posisinya tersebut. (Has)

 

Related posts