Jumat, 7 Oktober 22

Jokowi dan Ratu Margrethe II Buka Peluang Kerjasama Bilateral

Jokowi dan Ratu Margrethe II Buka Peluang Kerjasama Bilateral

Jakarta, Obsessionnews – Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana menerima kunjungan Ratu Margrethe II dan Pangeran Consort dari Denmark, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (22/10/2015).

Kunjungan Ratu Margrethe II dari Denmark yang didampingi Pangeran Consort merupakan kunjungan kenegaraan pertama yang dilakukan Kepala Negara Denmark setelah 65 tahun menjalin hubungan dengan Indonesia.

“Dan  hari ini adalah one of the biggest, artinya adalah hari ini membawa banyak sekali pengusaha, total sebanyak 99, dan itu banyak sekali,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi saat mendampingi Presiden Jokowi.

Menlu Retno Marsudi mengatakan, ada 4 (empat) prioritas pembicaraan bilateral kedua negara dalam rangkaian pertemuan Ratu Denmark dengan Presiden Jokowi, yaitu kerjasama di bidang interfaith (antar agama), energi, maritim, dan pendidikan.

Adapun di bidang energi, menurut Menlu, dibahas mengenai energi terbarukan dan energi yang efisien. Di bidang maritim dibahas pengembangan aqua culture, dan terakhir di bidang pendidikan membahas tentang kerjasama antar universitas.

“Kita ingin mengembangkan renewble energy yang masuk efisiensi energy,” ungkapnya.

Jokowi dan Ratu Margrethe II-

Sedangkan kerjasama bidang maritim, menurut Retno, adalah masalah infrastrukturnya dan konektivitasnya. “Jadi cakupannya luas sekali,” kata Retno.

Berikutnya adalah masalah pendidikan. Karena Indonesia sudah menjalankan kerjasama pendidikan dengan sangat cukup maju, dan sejauh ini sudah ada 14 kerjasama antar unversitas yang berlangsung di Indonesia dengan Denmark.

Selain itu, lanjut Menlu Retno Marsudi,  juga ada pembicaraan di masalah multirateral. Dimana Indonesia meminta dukungan Denmark untuk mendukung keanggotaan tidak tetap di PBB pada tahun 2019.

“Indonesia dinilai penting oleh Denmark, tadi ada kata-kata menlu-nya bahwa kita ini besar, kita ini demokratis kemudian working force kita bagus dan juga tidak lupa bahwa negara Indonesia adalah sebuah negara yang besar dengan jumlah penduduk 250 juta.”

“Jadi kombinasi dari semua sisi itu yang kemudian Denmark melihat bahwa Indonesia negara yang penting di kawasan plus tentunya negara terbesar di Asean,” tandas Retno. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.