Senin, 26 September 22

Paket Kebijakan Ekonomi V, Jokowi Tekankan Pemberdayaan KEK

Paket Kebijakan Ekonomi V, Jokowi Tekankan Pemberdayaan KEK

Jakarta, Obsessionnews – Setahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus menggenjot peningkatan ekonomi Indonesia. Kamis Sore (22/10/2015), Jokowi kembali menggumumkan Paket Kebijakan Ekonomi V (lima) di Kantor Presiden.  Melalui rapat terbatas tentang Paket Kebijakan Ekonomi V itu , dibahas juga paket kebijakan yang sudah dilakukan, pertama, kedua, ketiga sampai keempat.

Meski beberapa survey mengenai satu tahun pemerintah Jokowi mengatakan tingkat popularitasnya menurun karena melemahnya rupiah, tapi Jokowi tetap saja optimis kembali menstabilakan ekonomi Indonesia. Melalui pidatonya Presiden Jokowi menginginkan ada langkah terobosan bisa gerakan partumbuhan ekonomi dan perekonomian nasional. Melalui kebijakan ekonomi sebelumnya pemerintah mengakui sudah memberikan sebuah terobosan baik, stimulus jangka pendek, insentif jangka menengah dan panjang dengan melangka bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI).

“Yang jelas konsistensi kita sekarang ingin beri kesan kuat bahwa kita mau lakukan transformasi fundamental. Pemerintah ingin agar masyarakat dan pelaku usaha tahu bahwa Pemerintah akan terus bekerja untuk merefomasi, refomasi regulasi maupun birokrasi,” ungkap Jokowi dalam pidatonya, Jakarta, Kamis (22/10/2015).

Pidato Paket Kebijakan Ekonomi kali ini, Jokowi  menekankan untuk kembali melakukan terobosan jitu yaitu menghidupkan kembali delapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang sudah ditetapkan dibeberapa daerah. Paket pengembangan KEK ada tiga yaitu pertambangan, perekebunan dan Pariwisata, Namun Jokowi lebih menekankan sesuai potensi kawasan masing-masing.

Menurutnya, wilayah KEK yang sudah ditetapkan seperti Tanjung Lesung (Parawisata), Samanke-Sumatera Utara (kawasan industri) berdekatan dengan pelabuhan kuala Tanjung, Palu, Bitung, dan Sulawesi Utara perlu dimanfaatkan untuk peningkatan ekonomi. Selain itu pengembangkan parawisata juga kata Jokowi bagus di daerah Mandalika NTB, Morotai, Tanjung Api-api, Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK).

Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus tak lain tujuannya menstabilkan perekonomian Indonesia serta membuka lapangan kerja. ”Kita harapkan dengan KEK ini, akan ada arus modal masuk, arus uang masuk, arus investasi masuk sehingga akan buka lapangan pekerjaan sebesar-besarnya. Silahkan dibuka insentif fasilitas kemudahan, ini akan menjawab keraguan dunia usaha bahwa kita ingin berikan kecepatan, kemudahan, penyederhanaan,” tegas Presiden.

Melalui pidato pengantar rapat terbatas itu, Jokowi juga berkomitmen akan memberikan kepastian hukum. “Satu lagi, pemerintah perlu berikan kepastian hukum dalam rangka sumber daya alam pasca putusan MK. Khususnya dalam hal penyediaan air oleh para pelaku usaha yang investasi di Indonesia,” tandasnya. (Asma)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.