Sabtu, 20 Juli 19

Jokowi Bantah Cerita Sudirman Said Soal Freeport

Jokowi Bantah Cerita Sudirman Said Soal Freeport
* Presiden Jokowi. (Foto: detiknews.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menjawab cerita mantan Menteri ESDM yang kini menjadi juru debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan capres Prabowo-Sandi, Sudirman Said, soal proses ambil alih saham PT Freeport Indonesia sebesar 51 persen. 

Jokowi mengungkapkan, bahwa pertemuannya dengan dengan eks Executive Chairman Freeport McMoRan James ‘Jim’ Moffet untuk membahas masalah PT Freeport Indonesia tidak dilakukan secara diam-diam. Pertemuan itu pun dilakukan dalam beberapa kali.

 

Baca juga: 

Soal Freeport, Sri Mulyani Bela Jokowi yang Disebut Goblok Oleh Pengamat

Menolak Pansus DPR Divestasi Freeport, Ada Apa Inas?

Freeport dan Nasionalisme Kita

 

“Nggak sekali dua kali ketemu. Gimana sih, kok diam-diam? Ya Ketemu bolak balik, nggak ketemu sekali dua kali,” kata Jokowi setelah memberikan pembekalan saksi untuk TPS di Èl Hotel Royale, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (20/2/2019).

Pertemuan awalnya berlangsung pada tahun 2015. Saat itu, Jokowi mengatakan, pertemuan membahas perpanjangan izin operasi Freeport. Hingga pada akhirnya, Indonesia menguasai saham mayoritas PT Freeport. Proses divestasi saham itu berlangsung bertahun-tahun.

“Diam-diam gimana? pertemuan bolak-balik. Kalau pertemuan pasti ngomong gak diam diaman. Ada ada saja. Ya biasa lah. Ketemu dengan pengusaha ya biasa saja, ketemu konglomerat biasa saja, ketemu yang sekarang biasa saja, ngapain saya…,” tandasnya.

Dalam cerita versi Sudirman Said, bahwa pada 7 Oktober 2015, sesampainya dia di ruangan kerja Jokowi, dia melihat ada Moffet, sedang mengadakan pertemuan dengan Jokowi. Di sana Sudirman diperintahkan Jokowi untuk membuat draft mengenai kesepakatan pembelian saham.

Sesampainya di sebuah tempat, Moffet menyodorkan draf kesepakatan yang mana menurut Sudirman, draf itu tidak menguntungkan Indonesia.

Kemudian setelah pertemuan dengan Moffet, Sudirman langsung menyampaikan draft tersebut kepada Jokowi. Menurut Sudirman, saat itu Jokowi disebut langsung menyetujui, padahal menurut Sudirman draf tersebut hanya menguntungkan pihak Freeport bukan Indonesia. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.