Sabtu, 16 Oktober 21

Jepang Fokus Investasi Industri Manufaktur dan Jasa

Jepang Fokus Investasi Industri Manufaktur dan Jasa

Jakarta, Obsessionnews Jepang akan fokus untuk berinvetasi di industri manufaktur dan jasa yang turut menciptakan lapangan kerja. Investasi Jepang ke Indonesia tahun lalu mencapai USD 2,9 miliar.

Demikian pokok-pokok pembicaraan Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin dengan Duta Besar (Dubes) Jepang untuk Indonesia, Yasuaki Tanizaki di Kementerian Perindustrian, Jakarta, seperti dilansir laman Kemenperin.go.id, Jumat (4/3).

Baca juga:

Menperin Bantah Industi Otomotif ‘Kabur’ dari RI

Lebih Dari 40 Otomotif Gairahkan JAS 2015

FOTO Otomotif Indent di IIMS 2015

“Kami mengapresiasi kontribusi Jepang dalam mengembangkan industri di Indonesia. Apalagi, aliran modal itu juga mengarah ke industri yang meningkatkan nilai tambah antara lain komponen, baja untuk otomotif, makanan minuman hingga petrokimia,” ujar Saleh.

Hingga saat ini, Jepang merupakan investor terbesar di sektor otomotif di Indonesia. Untuk itu, pemerintah Indonesia mengundang investor Jepang agar memperkuat posisinya dengan meningkatkan kontribusi nya terhadap pembangunan industri kendaraan bermotor.

Caranya, selain terus memproduksi kendaraan global yang berorientasi ekspor, juga dengan memperkuat struktur industri otomotif melalui investasi di sektor hulu bahan baku dan suku cadang dan mulai secara bertahap melakukan kegiatan research and development (R&D) di Indonesia yang melibatkan sumber daya manusia lokal.

Dubes Jepang Yasuaki Tanizaki mengatakan pemerintah Jepang berharap kemitraan kedua negara, baik pemerintah maupun pelaku usaha terus berjalan. Menurutnya, investasi Jepang ke Indonesia pada 2015 mencapai USD 2,9 miliar yang berarti naik dibanding tahun sebelumnya.

“Investasi berdasar komitmen juga menggembirakan. Pada 2015 nilainya USD 8 miliar dan ini meningkat 95 persen dibandin 2014, saya berharap angka ini menjadi realisasi investasi,” ujar Tanizaki.

Menyoal pembangunan infrastruktur di Tanah Air, Dubes menegaskan pemerintah Jepang mendukung upaya ini lantaran bakal mendongkrak pertumbuhan ekonomi, memangkas biaya logistik, memeratakan pengembangan industri dan mendorong investasi.

Menperin didampingi oleh Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE), I Gusti Putu Suryawirawan dan Direktur Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, Achmad Sigit Dwiwahjono. (rez)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.