Jelang Wukuf, Petugas Haji Harus Paham Formula 5-5-3

Makkah, Obsessionnews.com – Menjelang wukuf, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji(PPIH) dari tiga daerah kerja (daker) di Arab Saudiberkumpul di kota Makkah Al Mukaramah. PPIH Daerah Kerja Makkah, Madinah dan Bandara berkumpul dalam kegiatan yang bertajuk Malam Konsolidasi di AlZekra AlKhaleda, Ar Rusayfah, Makkah Selasa (6/8/2019) malam waktu Arab Saudi. Baca juga:Mbah Moen Wafat Saat Menunaikan Ibadah HajiIni Waktu Larangan Lontar Jamarat untuk Jemaah Haji Indonesia201.376 Jemaah dan Petugas Haji Indonesia Tiba di Arab Saudi Dalam kesempatan tersebut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menitipkan pesan kepada para petugas haji dengan memformulasikannya dalam Rumus 5-5-3. “Saya ingin mengajak setiap petugas apakah yang bertugas di kloter maupun non kloter, dan petugas sektor yang ada di daker, yang tidak menyertai jemaah secara terus menerus, agar dapat memahami dengan baik formulasi 5-5-3 ini,” ujar Lukman. Dikutip obsessionnews.com dari keterangan tertulis Kementerian Agama, Rabu (7/8), di acara tersebut Lukman mengungkapkan fase tahapan penyelenggaraan ibadah haji terdiri dari tiga fase, yakni fase pra wukuf, wukuf dan pasca wukuf. “Fase pra wukuf adalah serangkaian aktivitas sebelum jemaah berada di Arafah, sedangkan wukuf adalah aktivitas di Arafah, Muzdalifah dan Mina,” tutur Menag Lukman. Sedangkan fase terakhir adalah fase pasca wukuf yaitu setelah jemaah usai melakukan serangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah dan Mina. Halaman berikutnyaFase Pra Wukuf Lukman menguraikan bahwa ada lima kegiatan yang harus diperhatikan oleh para petugas haji pada fase pra wukuf. Pertama, petugas harus mencermati dampak kebijakan penghentian distribusi katering menjelang wukuf di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna). “Karena kalau tidak dikawal dan dipantau dengan baik, maka akan menimbulkan persoalan,” katanya. Seperti diketahui bahwa antara tanggal 5, 6, 7 dan 14,15 Dzulhijjah 1440H distribusi katering kepada jemaah akan dihentikan. “Maka saya minta petugas sektor yang berada di hotel untuk mencermati dampak dari kebijakan ini. Harus dilaporkan kemudian dicarikan solusinya,” imbau Lukman. Kedua, petugas harus mencermati dampak penghentian bus shalawat. Karena sejak tanggal 06 – 14 Dzulhijjah bus shalawat akan dihentikan. “Itu artinya akses jemaah untuk mencapai haram akan mengalami kesulitan,” tandasnya. Ketiga, Lukman berpesan kepada petugas agar senantiasa memantau kondisi kesehatan jemaah. Karena sebelum menuju ke Arafah pada 8 Dzulhijjah nanti, ketika ada jemaah yang mengalami gangguan kesehatan yang serius bisa segera dirujuk ke KKHI, sehingga nantinya dapat dikelompokkan ke dalam golongan yang harus disafariwukufkan atau tidak. “Sekarang kita punya dua hari ke depan karena hari Jumat kita sudah mulai bergerak ke Arafah,” cetus Lukman. Keempat, petugas harus melakukan sosialisasi secara masif kepada jemaah mengenai apa yang akan dilakukan selama berada di Arafah Mudzalifah dan Mina (Armuzna). Sedangkan poin kelima sebagai poin pamungkas dalam formulasi 5 pra wukuf, Lukman mengimbau petugas agar mengintensifkan bimbingan manasik haji selama di Armuzna. Halaman berikutnyaFase Wukuf Ada lima kegiatan yang perlu dilakukan petugas adalah ketika di Armuzna. Pertama, setiap petugas agar melakukan pengamatan di hotelnya masing-masing. “Ketika sudah memasuki fase wukuf, pada tanggal 8 Dzulhijjah malam tidak boleh ada satu pun jemaah kita yang masih ada di Makkah, semua harus sudah diberangkatkan ke Arafah. Lakukan penyisiran setiap kloter, setiap sektor tidak boleh ada jemaah yang tertinggal di hotel,” ujarnya. Kedua, petugas harus memastikan bahwa pada tanggal 9 Dzulhijjah semua jemaah sudah ada di Arafah. Ketiga, mencermati betul pergerakan jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah, terlebih Lukman mengatakan bahwa bus yang akan mengangkut jemaah jumlahnya sangat terbatas. Hal ini merupakan kebijakan pemerintah Arab Saudi mengingat rute Arafah dan Muzdalifah yang sangat pendek sehingga tidak memungkinkan untuk menurunkan bus dalam jumlah yang banyak. Keempat, petugas diminta agar mencermati pergerakan jemaah dari Mudzalifah ke Mina, di mana bus yang ada lebih sedikit dari rute Arafah menuju Muzdalifah. Kelima, pergerakan jemaah dari Mina kembali ke hotel usai wukuf. Halaman berikutnyaPasca Wukuf Sedangkan tiga kegiatan petugas pada saat pasca wukuf yang diformulasikan Menag, yaitu : Pertama, setelah masa wukuf berakhir, setiap petugas harus kembali ke daerah kerjanya masing-masing. “Yang pos nya di Madinah kembali ke Madinah demikian juga Jeddah (Bandara) kembali ke Bandara untuk mempersiapkan pemulangan jemaah haji ke tanah air,” ujar Menag. Kedua, petugas harus memastikan kepulangan kloter-kloter pertama ke tanah air. “Khusus bagi petugas yang ada di Bandara Jeddah harus senantiasa berkoordinasi dengan Daerah Kerja Makkah agar kloter awal dapat kembali ke tanah air dengan lancar,” ujarnya. Ketiga, memastikan pergerakan jemaah khususnya gelombang 2 dari Makkah ke Madinah. “Formula 5-5-3 adalah cara kita untuk memudahkan pokok-pokok aktivitas jemaah apa saja yang perlu mendapatkan perhatian serius, agar kualitas pelayanan kita kepada jemaah kita agar senantiasa lebih baik,” tandasnya. (arh)





























