Minggu, 26 Juni 22

Jelang May Day, Enam Pimpinan Pekerja Temui SBY

Jelang May Day, Enam Pimpinan Pekerja Temui SBY

Rudi

Jakarta-Pimpinan dari enam konfederasi dan federasi serikat pekerja di Indonesia menemui Presiden SBY di Istana Negara, Jakarta, Senin (29/4) sore. Para pimpinan federasi dan konfederasi serikat pekerja yang diterima Presiden SBY di Istana Negara itu antara lain Said Iqbal (KSPI), Andi Gani Nenawea (NPBI), Mudhofir (KSBSI), Saiful Bahri (Sarbumusi), Nining Elitos (KASBI), Latif (Federasi Serikat Pekerja BUMN), dan Yoris Raweyai (KSPI). Pertemuan dilakukan bertepatan menjelang  hari Buruh (May Day) pada 1 Mei 2013.

Dalam kesempatan itu, Presiden SBY  yang didampingi Wakil Presiden (Wapres) Boediono dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) mengatakan, ia selalu memantau dinamika pergerakan para buruh, termasuk aksi-aksi demonstrasi yang mereka lakukan.  Presiden meminta agar setiap unjuk rasa buruh berlangsung tertib, dan tidak merusak.

 

“Saya senang, saya menerima kritik-kritik, termasuk pikirannya seperti apa, rekomendasinya seperti apa. Tapi tertib, karena kalau tidak tertib apalagi anarkhi akan mendatangkan masalah bagi semua, bagi negara. Industri, dan pekerja itu sendiri,” kata Presiden SBY seperti dikutip dari laman setkab.co.id.

 

Presiden berpesan, jagalah situasi seperti itu manakala menyampaikan protes-protes atau kritikan sehingga pesannya sampai kepada dirinya.

 

Menurut Presiden, komitmen pemerintah dan kaum pekerja sama, yaitu kesejahteraan para pekerja makin ke depan makin baik. “Tidak adil ekonomi tumbuh tinggi, industri berkembang dengan baik, kalau pekerjanya hanya jalan di tempat. Secara moral itu tidak adil,” tegas SBY.

 

Presiden menekankan, bahwa kenaikan upah pekerja itu disesuaikan dengan kondisi ekonomi di negeri ini. Oleh karena itu, agar industri tidak jalan di tempat, apalagi merugi, bangkrut, maka semua harus berkontribusi, termasuk para pekerja harus meningkatkan disiplin, produktivitasnya. Sementara pemerintah memberikan kebijakan, regulasi, dan iklim manajemen perusahaan yang baik untuk menumbuhkan kesejahteraan pekerja.

 

“Bila sesuatu terjadi, bila ada masalah, mari kita selesaikan dengan baik. Mari kita selesaikan melalui dialog, karena di negeri manapun itu wajar terjadi. Karena itu, pemerintah selalu membuka ruang dan memfasilitasi pemecahan suatu masalah,” terang Presiden SBY sembari menyebutkan, dengan cara seperti itu, ia yakin isu-isu outsourching, upah, BPJS, keamanan selalu ada jalan tengahnya.

 

Temui Buruh Jatim

 

Presiden SBY juga menyampaikan, bertepatan dengan Hari Buruh Internasional (May Day) 1 Mei mendatang, ia akan bertemu dan berdialog dengan para buruh ,serta para pimpinan perusahaan di Jatim. Dialog ini untuk memahami dan menerima masukan dari para buruh dan juga para pimpinan perusahaan untuk kebaikan seluruh pekerja di tanah air, dan untuk kepentingan ekonomi nasional, dan untuk bangsa dan negara.

 

Presiden menegaskan, apa yang dilakukannya itu merupakan kegiatan rutin, bahwa pada setiap 1 Mei, ia selalu membuka forum dialog dan komunikasi dengan pimpinan serikat buruh. “Sudah menjadi tradisi 1 Mei, saya berkunjung ke industri-industri tertentu bertatap muka dengan pimpinan perusahaan dan juga pekerja, berdialog, dan makan siang bersama,” ungkap SBY.

 

Tahun ini, menurut Presiden, ia merencanakan akan berkunjung ke Surabaya, bertemu dengan para buruh dan pimpinan perusahaan , untuk membuat para pekerja di seluruh Indonesia makin sejahtera. (rud)

 

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.