Selasa, 28 Januari 20

Jaya Suprana Terharu Gebrakan Jenderal Moeldoko

Jaya Suprana Terharu Gebrakan Jenderal Moeldoko

Jakarta – Direktur Museum Rekor Indonesia (MURI) Jaya Suprana merasa terharu dan kagum atas gebrakan Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko pada acara peresmian gerakan pembuatan berjuta-juta Lubang Resapan Biopori  dalam menyambut Peringatan Ke-69 Hari TNI tahun 2014 dengan melibatkan prajurit TNI bersama-sama elemen masyarakat lainnya yang dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia,  di Lapangan GOR Ahmad Yani, Mabes TNI, Cilangkap Jakarta, Rabu (24/9/2014).

“Saya betul-betul terharu, bukan hanya kagum tetapi terharu, bagaimana seorang Jenderal yang biasanya memimpin perang, dimana perang tersebut merusak lingkungan dan menumpahkan darah, tetapi Jenderal Moeldoko justru melestarikan lingkungan dan mempersembahkan darah untuk kemanusiaan,” ucap Jaya Suprana.

Lebih lanjut Jaya Suprana mengatakan, “Jenderal Moeldoko, kami benar-benar terharu apa yang telah anda lakukan hari ini. Menurut hemat saya, rekor hari ini sudah tercapai tetapi setelah saya mendengarkan, melihat dan menyimak apa yang terjadi saat ini, tampaknya saya akan menambah satu piagam lagi yaitu piagam untuk angkatan bersenjata di dunia yang paling memperhatikan lingkungan hidup dan kemanusiaan.”

Acara pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB) oleh TNI dan elemen masyarakat ini dimulai awal Agustus 2014 lalu dengan target 3.110.000 LRB pada lahan TNI di seluruh Indonesia dan hingga saat ini jumlah LRB yang berhasil dicapai sejumlah 10.311.981 LRB serta akan dilaksanakan secara terus menerus meskipun telah melampaui target.  Kegiatan ini memiliki makna yang berharga bagi kelangsungan umat manusia di bumi. Oleh karena itu, TNI akan terus melanjutkan pembuatan LRB ini karena memiliki makna strategis keberlanjutan untuk keberlangsungan hidup manusia.

Disamping kegiatan pembuatan LRB, Jenderal TNI Moeldoko juga melakukan gebrakan melalui Donor Darah secara massal yang dilakukan prajurit TNI di seluruh Indonesia pada tanggal 2 September 2014 lalu yang mencapai 69.000 pendonor.

TNI Membuat 10 Juta Lubang Resapan Biopori
Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko secara resmi membuka acara pencanangan gerakan TNI pembuatan berjuta-juta Lubang Resapan Biopori dalam rangka Peringatan ke-69 Hari TNI Tahun 2014 di Lapangan GOR Ahmad Yani, Mabes TNI, Cilangkap Jakarta, Rabu (24/9/2014). Acara pencanangan pembuatan Lubang Resapan Biopori oleh TNI dimeriahkan juga dengan konser musik Iwan Fals dalam Gebyar Pencanangan Biopori secara Nasional dengan bertemakan “Bersama TNI, Lingkungan Sehat Rakyat Sejahtera”.

Kegiatan penggalian lubang biopori ini dilakukan di seluruh Markas TNI di Indonesia, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko melalui teleconference memantau penggalian secara serentak di jajaran TNI seluruh Indonesia.

Panglima TNI mengatakan, pembuatan berjuta-juta Lubang Resapan Biopori (LRB) ini dimulai awal Agustus 2014 lalu dengan target 3.110.000 LRB pada lahan TNI di seluruh Indonesia dan hingga saat ini jumlah LRB yang berhasil dicapai sejumlah 10.311.981 LRB serta akan dilaksanakan secara terus menerus meskipun telah melampaui target.

“Kegiatan ini memiliki makna yang berharga bagi kelangsungan umat manusia di bumi. Untuk itu, lanjutkan karena memiliki makna strategis keberlanjutan untuk keberlangsungan hidup manusia,” ujar Panglima TNI.

Aksi berjuta-juta Lubang Resapan Biopori yang digagas TNI ini mendapat apresiasi dari Direktur/Ketua Umum Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) Jaya Suprana yang berkesempatan hadir untuk menyerahkan piagam rekor MURI sebagai pembuatan Lubang Resapan Biopori dengan jumlah dan di lokasi terbanyak. Piagam penghargaan museum rekor-dunia Indonesia diserahkan kepada Panglima TNI sebagai pemrakarsa kegiatan tersebut.

Menurut Jaya Suprana, pembuatan jutaan Lubang Resapan Biopori oleh TNI ini menembus rekor dunia. Baginya, tak ada angkatan bersenjata lain yang sedemikian peduli dengan lingkungan. Pembuatan lubang ini membuat TNI mencatat rekor sebagai angkatan bersenjata yang paling peduli terhadap lingkungan.  Jaya Suprana bahkan membandingkan TNI dengan angkatan bersenjata Amerika Serikat terkait hal tersebut.

Hadir dalam acara tersebut para Kepala Staf Angkatan, Asisten Panglima TNI, Kepala Badan Pelaksana Pusat (Kabalakpus) TNI, perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup, Wakil Walikota Bekasi, perwakilan Mahasiswa Penggiat Lingkungan Hidup, organisasi kemasyarakatan Orang Indonesia (OI), Pengurus IKKT dan Dharma Pertiwi. (Pur)

 

Related posts