Jumat, 5 Juni 20

Jawaban Kapolri Saat Ditanya Berakhirnya TGPF Kasus Novel

Jawaban Kapolri Saat Ditanya Berakhirnya TGPF Kasus Novel
* Kapolri Tito Karnavian. (Foto: Twitter Humas Polri)

Bogor, Obsessionnews.com – Sampai berakhirnya masa tugas Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) ternyata belum juga berhasil mengungkap kasus penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan. Satu tersangka pun belum ada yang bisa ditetapkan.

 

Baca juga:

IPW Tantang Novel Baswedan Tangkap 4 Koruptor Kakap

Jalan Terang Kasus Novel Baswedan, dan Peran Oknum Polisi di Belakangnya

Soal Novel Baswedan, Jokowi: Jangan Lagi Tanya ke Saya

 

Menanggapi hal itu, Kapolri Jenderal (pol) Tito Karnavian nampaknya Kapolri tak mau berkomentar banyak. Saat ditanya lebih lanjut soal TGPF. Ia hanya meminta pertanyaan itu diajukan Kepala Divisi Humas Polri Irjen M Iqbal.

“Tanya kadiv humas,” kata Tito sambil menutup mobil dinasnya usai hadiri sidang kabinet di Istana Bogor, Senin (8/7/2019).

TGPF dibentuk pada 8 Januari 2019 oleh Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian berdasarkan Surat Keputusan nomor: Sgas/3/I/HUK.6.6/2019. Tujuanya jelas bisa mengungkap kasus penyerangan terhadap Novel sampai ke akarnya.

TGPF beranggotakan 65 orang dari berbagai unsur di antaranya praktisi yang menjadi tim pakar, internal KPK, serta unsur kepolisian yang mendominasi anggota tim. Tenggat waktu kerja yaitu jatuh pada 7 Juli 2019 atau enam bulan sejak dibentuk.

Sejak pertama kali dibentuk, Anggota Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi Wana Alamsyah sebelumnya menilai TGPF bentukan Kapolri telah gagal dalam mengungkap kasus Novel.

“Hingga batas waktu yang telah ditentukan, tim tidak dapat mengungkap satu pun aktor yang bertanggung jawab atas cacatnya mata kiri Novel,” ujar Wana saat dihubungi, Senin (8/7/2019).

Sementara salah satu anggota TGPF Hendardi menyebut pihaknya akan mempresentasikan hasil kerja ke Kapolri pada pekan ini. Namun, Hendardi enggan mengungkapkan seperti apa hasil kerja TGPF dalam mengusut kasus penyerangan terhadap Novel selama 6 bulan terakhir.

Termasuk apakah pelaku yang menyerang Novel dengan air keras sudah ditemukan atau belum. Hendardi menegaskan bahwa TGPF hanya melaporkan hasil penyelidikan ke Kapolri.

“Nanti kapolri yang mengatur mekanisne mengumumkannya. Kami menyerahkan laporan hasil kerja kami kepada Kapolri yg memberi mandat. Tentu bukan kepada koalisi masyarakat sipil antikorupsi,” kata dia.

Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tak dikenal pada 11 April 2017 lalu. Saat itu, Novel baru saja menunaikan shalat subuh di Masjid Al Ihsan, dekat rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Akibat penyiraman air keras ini, kedua mata Novel terluka parah. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.