Sabtu, 11 Juli 20

IPW Tantang Novel Baswedan Tangkap 4 Koruptor Kakap

IPW Tantang Novel Baswedan Tangkap 4 Koruptor Kakap
* Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S PanePane. (Foto: Dok Neta)

Jakarta, Obsessionnews.com – Indonesia Police Watch (IPW) memberi apresiasi pada Novel Bawesdan yang berjiwa besar saat dituding radikal.

IPW berharap dengan perkataannya itu, Novel tidak sesumbar dengan apa yang pernah dikatakan, yakni ‘Tidak kompromi dengan koruptor’.

Untuk membuktikan kata-kata Novel tersebut, IPW menantang mantan anggota Polri itu untuk segera menangkap empat koruptor kakap yang sudah menjadi tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yakni RJ Lino, Emirsyah Satar, Syamsul Nursalim, dan Itjih Nursalim.

Sebab semua orang tahu, KPK dan Novel hingga kini tidak mampu menangkap RJ Lino dan Emirsyah Satar.

“Padahal keduanya sudah bertahun-tahun menjadi tersangka KPK dan dibiarkan bebas oleh KPK tanpa ada kejelasan kasusnya,” ujar Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam keterangan tertulisnya yang diterima obsessionnews.com, Sabtu (22/6/2019).

Seperti diketahui, pada 18 Desember 2015, RJ Lino ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan Quay Container Crane ‎di Pelindo II tahun anggaran 2010.

Saat itu KPK mengatakan, sudah menemukan 2 alat bukti yang cukup untuk meningkatkan status penyelidikan perkara itu ke penyidikan dan menetapkan RJ Lino sebagai tersangka. Tapi hingga kini keberadaan RJ Lino tidak jelas dan kasusnya pun tidak jelas penyelesainya.

Lalu 9 Januari 2017 mantan Dirut Garuda Indonesia, Emirsyah Satar ditetapkan sebagai Tersangka pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus SAS dan Rolls-Royce PLC pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Emirsyah diduga menerima suap dalam bentuk transfer uang dan aset yang nilainya diduga lebih dari 4 juta dollar AS atau setara dengan Rp 52 miliar. Tapi hingga kini keberadaan Emirsyah dan kasusnya di KPK juga tak jelas.

IPW berharap Novel Bawesdan sebagai penyidik KPK tidak sesumbar mengatakan dirinya ‘tidak kompromi dengan koruptor sehingga rela dituding radikal’ sebelum Novel dan timnya mampu menangkap RJ Lino dan Emirsyah Sattar.

Selain itu, Novel dan KPK perlu juga membuktikan bahwa mereka mampu menangkap atau menyita aset Syamsul Nursalim dan Itjih Nursalim pemilik Grup Gajah Tunggal yang sudah dijadikan tersangka dalam kasus BLBI senilai Rp 4,58 triliun.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Laode M. Syarief mengatakan, setelah menetapkan Sjamsul dan Itjih sebagai tersangka, pihaknya akan menyita sejumlah aset keduanya agar dikembalikan ke negara. Dan semua orang tahu persis soal aset Syamsul Nursalim di negeri ini.

IPW berharap KPK dan Novel jangan sesumbar dengan pencitraan. Tapi buktikan bahwa pemberantasan korupsi memang tidak tebang pilih di KPK. Kasus RJ Lino, Emirsyah Satar, Syamsul Nursalim, dan Itjih Nursalim menjadi beban “utang” yang ditinggalkan komisioner KPK jika tidak segera dituntaskan.

Untuk itu IPW berharap para penyidik Polri di KPK bisa berperan aktif untuk menuntaskan kasus kasus tersebut. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.