Jalan Tol Padang – Sicincin Ditargetkan Beroperasi Desember 2021

Jakarta, Obsessionnews.com – Di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus membangun jalan tol Sirip Pekanbaru - Padang pada Padang – Sicincin sepanjang 30,4 km yang merupakan bagian dari jalan tol Trans Sumatera. Pembangunan tol ini akan meningkatkan konektivitas antara Provinsi Riau dengan Sumatera Barat. Baca juga:Di Masa Pandemi Covid-19, Kementerian PUPR Percepat Penyaluran PKTPembangunan Jalan Tol Pandaan-Malang Dinilai Perhatikan Aspek Kelestarian Lingkungan1 Karyawan Berstatus PDP, Pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang Dihentikan Sementara Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan tol ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian khususnya pertanian, industri dan pariwisata. “Kehadiran jalan tol ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi mengatasi kepadatan lalu lintas, terutama arus komoditas,” ujar Basuki dalam keterangan tertulis, Rabu (8/7/2020). Pembangunan jalan tol Padang – Sicincin dimulai pada Februari 2018 dan ditargetkan selesai serta beroperasi pada Desember 2021. Saat ini progres fisik jalan tol Padang – Sicincin mencapai 20,49%. “Cepat lambatnya pembangunan jalan tol ini semua tergantung pada tahapan pembebasan lahan berupa ganti untung pembebasan lahan. Konstruksi bisa lebih cepat bila lahan tersedia, dengan begitu program kerja bisa dilaksanakan sebaik–baiknya demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Basuki. Halaman selanjutnya Jalan tol Pekanbaru – Padang sendiri mempunyai panjang total 254 km dan terbagi menjadi enam seksi, yaitu Seksi I Padang – Sicincin, Seksi II Sicincin – Bukittinggi, seksi II Bukittinggi – Payakumbuh, Seksi IV Payakumbuh – Pangkalan, seksi V Pangkalan – Bangkinang dan seksi VI Bangkinang – Pekanbaru. Secara keseluruhan ruas jalan tol Pekanbaru – Padang akan ditargetkan beroperasi pada tahun 2025. Dari sisi Pekanbaru telah dimulai pembangunan ruas jalan tol Pekanbaru – Bangkinang sepanjang 40 km dengan progres fisik saat ini mencapai 20%. Pembangunan jalan tol Pekanbaru – Padang dilaksanakan oleh PT Hutama Karya dengan nilai investasi Rp 78 triliun melalui Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol yang ditandatangani pada tanggal 11 Oktober 2017. Kehadiran jalan tol Pekanbaru – Padang ini diharapkan bisa memangkas waktu tempuh yang semula menghabiskan 9 jam menjadi 3 – 4 jam. Jalan tol Pekanbaru – Padang merupakan bagian dari jalan tol Trans Sumatera sepanjang 2.878 km terdiri dari koridor utama dan pendukung yang membentang dari Lampung hingga Aceh sebagai koridor utama beserta jalan pendukung (sirip). Kehadiran tol ini diharapkan mampu berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pariwisata, migas dan pertanian/perkebunan. Saat ini jalan tol Trans Sumatera sudah beroperasi sepanjang sepanjang 467,6 km. Ruas yang sudah operasional tersebut yakni Bakauheni – Terbanggi Besar 141 km, Terbanggi Besar – Pematang Panggang–Kayu Agung sepanjang 189 km, Palembang – Indralaya 22 km, Medan – Binjai 10,46 km, Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi 62,2 km dan Belawan – Medan – Tanjung Morawa 43 km, sedangkan ruas Pekanbaru – Dumai sejauh 131 km siap diresmikan dalam waktu dekat. (arh)





























