Minggu, 9 Agustus 20

Pembangunan Jalan Tol Pandaan-Malang Dinilai Perhatikan Aspek Kelestarian Lingkungan

Pembangunan Jalan Tol Pandaan-Malang Dinilai Perhatikan Aspek Kelestarian Lingkungan
* Jalan tol Pandaan - Malang di Jawa Timur. (Foto: Kementerian PUPR)

Jakarta, Obsessionnews.com – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PUPR) gencar membangun jalan tol. Salah satu di antaranya adalah jalan tol Pandaan – Malang di Jawa Timur.

 

Baca juga: 

Di Masa Pandemi Covid-19, Kementerian PUPR Percepat Penyaluran PKT

Dukung Ketahanan Pangan, Kementerian PUPR Akan Bangun Bendungan Sepaku Semoi

 

Kementerian PUPR secara bertahap telah menyelesaikan pembangunan seluruh ruas jalan tol Pandaan – Malang sepanjang 38,48 km. Pembangunan tol Pandaan-Malang dinilai memperhatikan aspek kelestarian lingkungan dan berkelanjutan sejak tahap perancangan, pembangunan, pengoperasian, hingga tahap pemeliharaan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menekankan dalam peningkatan pelayanan jalan tol tidak hanya semata mengejar tercapainya Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk pemenuhan persyaratan penyesuaian tarif tol. Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) juga didorong untuk meningkatkan kualitas layanan jalan tol secara berkelanjutan karena kebutuhan dan ekspektasi publik yang semakin tinggi.

“Kami meyakini dengan lingkungan jalan tol yang lebih baik akan berkontribusi terhadap kenyamanan dan keselamatan dalam mengemudi di jalan tol, khususnya tidak hanya jalannya tetapi juga rest areanya,” kata Basuki dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/7/2020).

Jalan Tol Pandaan – Malang yang dikelola oleh BUJT PT Jasamarga Pandaan Malang telah menerima Sertifikat Green Toll Road Indonesia dengan level Gold plus. Proses sertifikasi Green Toll Road Indonesia dilakukan oleh Green Infrastucture and Facilities Indonesia yang merupakan sub divisi Green Product Council Indonesia (GPCI), organisasi nirlaba di bawah naungan Global Ecolabel Network (GEN).

Penilaian Green Toll Road Indonesia di antaranya meliputi enam indikator seperti akses, kelayakan dan pelayanan, efisiensi energi dan air, lingkungan, material, konstruksi serta kerjasama kewilayahan. Indikator tersebut memiliki tujuan sebagaimana tertuang dalam Sustainable Development Goals (SDGs) United Nations.

Pengembangan konsep infrastruktur jalan tol yang berkelanjutan sebagai bagian dari transformasi bisnis di sektor jalan tol dikembangkan oleh Kementerian PUPR agar seluruh pembangunan infrastruktur PUPR baik yang dilaksanakan oleh kontraktor maupun investor memberikan perhatian pada sisi keberlanjutan lingkungan. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.