Jumat, 13 Desember 19

IPW Sebut Ada Manuver dan Gejolak di Internal KPK

IPW Sebut Ada Manuver dan Gejolak di Internal KPK
* Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (foto: Kapoy/OMG))

Jakarta, Obsessionnews.comDeputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Irjen Firli rencananya bakal dikembalikan kepada Korps Bhayangkara alias Polri. Saat ini KPK tengah menggodok bagaimana mekanisme dan prosedur mengembalikan Firli ke institusinya berasal.

 

Baca juga:

KPK Ingatkan Warga Pilih Caleg Berdasarkan Rekam Jejak

63 Tahanan Koruptor akan Coblos di Rutan KPK

KPK Tak Setuju dengan Ide Prabowo Beri Uang Pensiunan terhadap Koruptor

 

”Pimpinan masih mempelajari yang bersangkutan (Firli)),” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang kepada wartawan, Senin (29/4/2019).

Namun Saut enggan berkomentar lebih jauh alasan pengembalian mantan Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) itu ke tempat asalnya di Polri.

Dari informasi yang diperoleh, pada Jumat (26/4) lalu keputusan untuk Firli ke Polri telah diambil pimpinan KPK. Namun, belum diketahui secara detail apa alasan pimpinan berencana mengembalikan Firli ke institusi asalnya.

Rencana pengembalian Deputi Penindakan KPK ke Polri ini mendapat tanggapan dari sejumlah pengamat. Salah satunya dari Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane.

Neta menilai gambaran tentang lembaga rasua itu kini penuh intrik dan manuver politik, serta semakin membuka front terhadap kepolisian. Untuk itu, dia menyayangkan pengembalian Deputi Penindakan itu jika terjadi.

Pengembalian anggota Polri dari KPK ke institusinya adalah hal biasa, jika tidak ada insiden. Tapi pengembalian Deputi Penindakan KPK ke Polri kali ini terkesan sarat kepentingan pihak tertentu, mengingat sebelumnya ada manuver dan gejolak di internal KPK.

“Ini sangat tidak sehat dan terkesan pimpinan KPK kalah oleh manuver pihak tertentu di internal KPK. Para pimpinan KPK seperti anak kos yang tidak mengakar di KPK, padahal para pimpinan KPK dipilih dari hasil seleksi yang ketat dengan biaya Negara,” ujar Neta melalui keterangan tertulisnya yang diterima Obsessionnews.com,, Selasa (30/4).

 

‘Kerajaan’ Pihak Tertentu

Dengan adanya kasus ini terkesan KPK sudah menjadi ‘kerajaan’ pihak tertentu dan ke depan ini akan sangat berbahaya bagi pemberantasan korupsi di negeri ini. “Sebelum adanya rencana pengembalian Deputi Penindakan itu, di KPK muncul kasus Surat Terbuka yang ditandatangani sejumlah orang. Dengan adanya surat terbuka itu, IPW menilai ada hal yang aneh di KPK,” kata pria kelahiran Medan 18 Agustus 1964 itu.

Menurut mantan Redaktur Pelaksana di Surat Kabar Harian (SKH) Merdeka Di Jakarta 1991 ini, seharusnya para pimpinan KPK menjelaskan secara transparan, seperti apa kebenaran Surat Terbuka itu dan bagaimana kondisi KPK yang sebenarnya saat ini. “Bukannya menjelaskan secara transparan soal kondisi di internal KPK, Pimpinan KPK malah akan mengembalikan direktur penindakan KPK ke polri,” ungkap Neta.

Dia berpendapat, apakah pengembalian ini adalah gambaran bahwa direktur penindakan tersebut merupakan “biang masalah” konflik internal KPK atau justru para pimpinan KPK tidak berdaya menghadapi manuver dan tekanan pihak tertentu di internal KPK, sehingga Direktur Penindakan itu terpaksa dikorbankan.

“Semua ini harus transparan dijelaskan pimpinan KPK terhadap masyarakat, sehingga masyarakat paham terhadap kondisi internal KPK yang sesungguhnya, mengingat lembaga anti rasuha itu dibiayai negara dari pajak rakyat,” tutur Neta.

Jangan sampai pimpinan KPK dikebiri dan tdk berdaya menghadapi manuver politik oknum2 di internalnya, sehingga figur demi figur dikorbankan. Bagaimana pun surat terbuka tersebut gambaran bahwa KPK sangat tidak sehat dan penuh intrik. Surat terbuka itu sebuah gambaran nyata bahwa KPK tidak solid dan sedang terpecah belah dan sedang diadudomba pihak pihak yang merasa full power di lembaga anti rasuha tsb.

“Kondisi ini akan sangat berbahaya bagi KPK yg saat dibentuk diharapkan solid dan mampu memberantas korupsi di negeri ini,” Neta menerangkan.  (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.