Selasa, 14 Juli 20

Inilah Peran Humas dalam Transformasi Kepemimpinan Nasional

Inilah Peran Humas dalam Transformasi Kepemimpinan Nasional

Jakarta – Dalam mengahadapi era demokrasi dan keterbukaan publik sekarang tidak jamannya lagi ada penekan terhadap publik atau wartawan. “Strategi pendekatan kepada publik atau para jurnalis sudah tidak jaman lagi memakai model top down, sudah tidak bisa, namun sekarang itu kita harus partisipasi,” ungkap Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara, Selasa (16/12/2014), dalam forum seminar Perhumas bertema ‘Peran Humas dalam Transformasi Kepemimpinan Nasional’ di Hotel Le Meridien Jakarta.

“Kita harus memberikan kebebasan untuk menulis dan ngomong atau bertanya. Dan tidak boleh lagi pers itu diarahkan harus tulis ini, harus begini atau begitu. Biarkan transformasi sendiri asalkan tidak salah dalam memberitakan. Kalau salah sedikit tidak apa-apa. Misalnya ada 100 orang yang salah 5 orang, tidak apa-apa nanti akan dijadikan edukasi,” paparnya.

Menurut Rudiantara, dalam kondisi sekarang Humas berbeda, yakni sekarang itu harus banyak mendengar daripada ngomong. “Jangan menekan wartawan, sudah tidak jaman lagi. Kita harus memberikan kesempatan kepada mereka bertanya. Dan sekarang kita juga harus memakai bahasa publik. Mungkin awam bahasanya, namun ini mungkin banyak diketahui oleh publik dan saya pikir mungkin itu bagus,” tandasnya.

“Perlu menjabarkan dalam bentuk angka-angka bukan lagi dalam bentuk kualitatif, melainkan dengan angka maka hal ini bagus untuk penginformasian media. Serta adanya keterhubungan corporation communication,” tambahnya

Melalui kesempatan HUT ke-42 Perhumas ini, Menkominfo Rudiantara ingin menekankan pada profesi yang bergerak dalam bidang Publik Relation (PR) harus beriorentasi sebagai panduan yang baik, mampu menceritakan kepada publik dengan baik dan jujur, fungsi kontak interaksi itu harus multi dialog yang dikemas secara simple dan kompleks. (Asm)

 

Related posts