Sabtu, 21 Mei 22

Ini Dia Korban-korban Chiropractic dan para Chiropractor Bejat

Ini Dia Korban-korban Chiropractic dan para Chiropractor Bejat

Allya Siska Nadya, jelas bukan korban pertama akibat metode chiropractic. Hasil penelusuran obsessionnews menemukan banyak korban lain. Ada yang meninggal, ada yang lumpuh total, dan puluhan lainnya menderita stroke permanen.

Salah satu pasien meninggal gara-gara chiropractic bernama Kristi A. Bedenbaugh, mantan putri kecantikan dari Little Mountain, South Carolina, AS. Pada 1993, Kristi menemui chiropractor untuk berkonsultasi seputar penyakitnya. Pada kunjungan kedua, Kristi langsung menderita sesaat setelah sang terapis melakukan neck manipulation. Ia meninggal tiga hari kemudian. Hasil autopsi mengungkap bahwa neck manipulation adalah penyebab pembuluh arterinya membengkak dan menghambat aliran darah ke otak. Gejala sama dialami Allya Siska pada jam-jam terakhir menjelang ajalnya.

Di Toronto, Kanada, seorang wanita bernama Lana Dale Lewis juga tewas dalam enam hari setelah menjalani terapi chiropractic. Ia tewas pada 12 September 1996 setelah enam hari mengalami stroke.

Pada 19 Juli 2001, chiropractor bernama V. Gary Dyck, DC dihukum berat setelah seorang anak meninggal dunia di kliniknya pasca terapi chiropractic. Sementara seorang wanita bernama Kelley Smith di AS menulis di blognya tentang betapa hidupnya sudah hancur lebur sejak mengalami malpraktik chiro. Ia hidup hanya untuk merasakan sakit luar biasa, setiap saat harus mengonsumsi pain killer dan narkoba untuk menghilangkan sakit tulang permanen yang dialaminya.

Sebuah website lain juga dibangun secara khusus untuk mengingatkan publik akan bahaya stroke akibat metode chiropractic. Website yang dibangun oleh organsiasi Chiropractic Stroke Awareness Group, LLC, ini, bisa diakses di alamat http://www.chiropracticstroke.com/.

Di situs ini disebutkan bahwa stroke bisa terjadi mulai dari sesaat setelah menjalani chiropractic, hingga beberapa hari bahkan beberapa minggu setelahnya. Di situ disarankan, jika Anda mengalami gejala-gejala stroke setelah menjalani terapi chiropractic, segera temui dokter kompeten dan segera masuk ruang gawat darurat.

Situs ini juga menampilkan testimoni dan kisah mengharukan dari ratusan penderita stroke korban chiropractic. Diungkap juga sebuah data mengejutkan bahwa 1 dari 3 orang di AS menderita stroke akibat chiropractic, 260 hingga 780 korban per tahun, atau 2.600 hingga 7.800 per dekade.

Sandra Nette, seorang wanita penderita kelumpuhan total pasca terapi chiropractic di Kanada, malah menerbitkan sebuah buku yang menceritakan kisahnya yang tragis. Buku berjudul “Blink: Life After Locked-In Syndrome” itu terbit pada 10 Juni 2013. Ia menceritakan nyawanya terperangkap dalam sebuah tubuh yang tak lagi berfungsi, kecuali hanya kedipan mata (blink) sebagai satu-satunya alat untuk berkomunikasi dengan sekelilingnya.

Buku Karya Sandra Nette
Buku Karya Sandra Nette

Sebuah artikel berjudul “Don’t Let Chiropractors Fool You” yang dimuat di sebuah situs organisasi chiro.org, menyajikan data-data hasil survey Stanford Stroke Center dan American Heart Association pada 1992 terhadap 486 orang anggota American Academy of Neurology. Mereka ditanyai berapa banyak pasien stroke yang mereka tangani gara-gara menjalani chiropractic dalam dua tahun terakhir.

Hasilnya, sebanyak 177 neurologists mengaku menangani 55 pasien yang menderita stroke dalam 24 jam setelah menjalani chiropractic. Mereka berusia antara 21 hingga 60 tahun. Dari ke-55 pasien itu, satu orang akhirnya meninggal dunia, sementara 48 lainnya menderita stroke permanen.

Data lain menunjukkan bahwa dari sebanyak 116 laporan yang dipublikasikan antara 1925 hingga 1997, ditemukan bahwa ada 177 kasus cedera leher fatal yang diakibatkan oleh metode neck manipulation (metode andalan para chiropractor) dan sedikitnya 60% di antaranya dilakukan oleh chiropractor.

Bukan cuma stroke dan cedera leher, sebab beberapa chiropractor juga pernah dihukum gara-gara kelakuan bejatnya. Jason Hurd, pada bulan November 2014 dihukum akibat diam-diam merekam pasien wanitanya di kamar mandi kliniknya di New Hamburg. Sementara chiropractor di Ottawa, Kanada, bernama Dr. Mark A. Tulloch, dihukum pada bulan Maret 2015 dalam kasus pelecehan seksual berat terhadap seorang ibu tunggal yang menjadi pasiennya. Pada 2008, seorang dokter chiropractic asal AS bernama Stephen Piserchia juga dihukum gara-gara menghina para pasien stroke korban chiropractic.

Kasus dugaan malpraktik Allya Siska Nadia ini pertama kali diberitakan oleh situs berita Obsessionnews.com, pada Senin, 4 Januari 2015, baru kemudian diberitakan oleh berbagai kalangan media massa.

(Tim Obsessionnews)

Baca juga:

Allya Siska, Gadis Cantik Wafat Setelah Terapi
Bayar Pengobatan 17 Juta, Siska Malah Meninggal
Salah Terapi di Chiropractic, Nyawa Adikku Melayang 6 Jam
Siska dan Dunia Sosmed
Kasus Malpraktik Siska, IDI Belum Dipanggil Polda
Anggota DPR ini Nyaris Jadi Korban Tewas Mirip Siska
Kasus Siska, DPR Sarankan Pihak Korban Gugat Dinas Pariwisata
Ternyata, Siska Tidak Pernah Mau Merepotkan Orangtua
Meninggalnya Siska Mengagetkan Teman-temannya
Kasus Siska, Kejanggalan Klinik First Chiropractic Terbongkar
Belajar dari Kasus Siska, Hati-hati Memilih Tempat Berobat!
Izin Klinik Kesehatan Masih Amburadul, Nyawa Siska Melayang
(Tim Obsessionnews)
‘Pembunuh’ Siska Diduga Kabur, Polisi Sudah Proses Hukum
Terapis ‘Pembunuh’ Siska Tersangkut Kasus Malpraktik di AS
Akhirnya, Ketahuan Klinik Siska Meninggal Tak Punya Izin
Metode Chiropractic Ternyata Sudah Makan Korban Sejak Lama

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.