Minggu, 26 Mei 19

Ini Alasan Kenapa Jokowi Masih Jauh Unggul Dibanding Prabowo

Ini Alasan Kenapa Jokowi Masih Jauh Unggul Dibanding Prabowo
* Maruarar Sirait bersama Presiden Jokowi. (Foto: Dokumentasi Maruarar)

Jakarta, Obsessionnews.com – Tim Kampanye Nasional (TKN) tengah fokus memusatkan perhatiannya untuk memenangkan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Jawa Barat (Jabar). Tanah pasundan ini menjadi sasaran utama karena pada Pilpres 2014 lalu, Jokowi kalah suara dengan rivalnya, Prabowo Subianto.

 

Baca juga:

Jokowi: Atas Izin Allah Insya Allah di Jabar Kita Menang

Pose Romantis Jokowi-Iriana di Tengah Hutan Karet

Jelas Hoax, Jokowi Heran 9 Juta Orang Percaya Pendidikan Agama akan Dihapus

 

Persaingan Pilpres 2019 pun menjadi sangat ketat, karena TKN mencoba masuk ke dalam jantung pertahanan Prabowo di Jabar. Sementara kubu Prabowo melalui Badan Pemenangan Nasional (BPN) juga tengah sibuk menata strategi merebut suara di Jawa Tengah (Jateng) yang merupakan basis dari kemenangan Jokowi.

Meski beragam strategi diluncurkan. Namun jika mengacu kepada hasil mayoritas lembaga survei disebutkan bahwa pasangan 01 masih unggul secara elektabilitas dibandingkan 02. Terbaru rilis survei kembali dimunculkan oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

Dalam survei SMRC, selisih antara Jokowi-Kiai Maruf Amin dengan Prabowo-Sandi mencapai 23 persen. Survei ini dirilis dengan tema Dukungan Capres dan Integritas Penyelenggara Pemilu. Tingkat elektabilitas Jokowi-Kiai Maruf Amin mencapai 54,9 persen. Sementara itu, elektabilitas Prabowo-Sandi hanya 32,1 persen.

Menanggapi hal itu, influencer TKN Maruarar Sirait, menyebut ada beberapa faktor mengapa Jokowi masih mengungguli Prabowo. Salah satu faktor itu adalah fundamental kinerja Jokowi. Sejak awal dilantik pada 2014 lalu, Jokowi dianggap sudah menujukan kinerjanya yang positif.

“Data bisa bicara soal kinerja Jokowi. Dari mulai pembangunan infrastruktur seperti jalan tol, bandara, pos perbatasan, tol laut dan dana desa. Data-data ini bisa bicara,” ungkap Maruarar di Kantor SMRC di kawasan Cikini, Jakarta, Minggu (10/3/2019).

Jokowi, jelas Maruarar, membangun Indonesiasentris sehingga pembangunan dilakukan secara merata. Pemerataan pembangunan ini bisa memujudkan kesejahteraan bagi rakyat. Konsep yang ditawarkan Jokowi adalah membangun dari pinggir atau membangun dari desa.

“Untuk pembangunan manusia, Jokowi membuat kebijakan dengan kartu Indonesia pintar dan kartu Indonesia sehat,” jelas Maruarar.

Selain karena fundamental kinerja Jokowi, lanjut Maruarar, Jokowi juga memiliki kepribadian yang berasal dari rakyat dan tidak memiliki masalah di masa lalu. Jokowi dikenal sebagai pribadi yang merakyat, sederhana serta bersih. Di saat yang sama, masih kata Maruarar, Jokowi juga dikenal sebagai sosok yang tegas.

Ketegasan Jokowi kian dikenal dalam setahun ini, selain karena kebijakannya juga karena sikap-sikapnya yang berani. Jokowi juga dikenal bersih dari kasus apapun. “Kinerja Jokowi dan karakter Jokowi membuat elektabilitas kian menguat. Kita bersyukur dengan kepercayaan rakyat namun kita juga tak jumawa,” ungkap Ara, sapaannya.

Direktur Riset Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Deni Irvani, mengatakan survei ini menggunakan metode multistage random sampling.
Jokowi kiai maruf12 Jokowi-Kiai Maruf Amin Melibatkan 1620 responden. Survei ini dilakukan pada 24-31 Januari 2019.

“Margin error 2,65 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen,” ujar Deni. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.