Jumat, 22 November 19

IKM Batik Jadi Tombak Ekonomi Kerakyatan

IKM Batik Jadi Tombak Ekonomi Kerakyatan
* Industri kecil dan menengah (IKM) batik menjadi salah satu tombak ekonomi kerakyatan yang tahan terhadap krisis ekonomi global. (Foto: Kemenperin)

Solo, Obsessionnews.com –  Pemerintah menyadari produk kerajinan Indonesia memiliki pasar yang terus meningkat. Oleh karena itu para penggiat industri kecil dan menengah (IKM) kerajinan, termasuk IKM batik menjadi salah satu tombak ekonomi kerakyatan yang tahan terhadap krisis ekonomi global.

Hal itu dikemukakan Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Pariwisata (Kemenperin) Gati Wibawaningsih di sela-sela puncak peringatan Hari Batik Nasional di Istana Mangkunegaran Solo, Jawa Tengah, Rabu (2/10/2019).

Baca juga:

Menperin Dorong Industri Batik Ramah terhadap Lingkungan

Batik Indonesia Miliki Keunggulan Komparatif di Pasar Internasional

Ekspor Batik Semester I-2019 Capai USD17,99 Juta

 

“Untuk itu Kemenperin terus berupaya mengembangkan IKM melalui berbagai program, antara lain peningkatan kompetensi SDM, pengembangan kualitas produk, standardisasi, fasilitasi mesin atau peralatan serta promosi dan pameran batik di dalam dan luar negeri,” ungkap Gati.

Dikutip obsessionnews.com dari siaran pers, Rabu, dalam kesempatan itu Gati menuturkan, guna meningkatkan akses pasar bagi IKM batik, Kemenperin memiliki program e-Smart IKM yang menjalin kerja sama dengan beberapa marketplace. Melalui program e-Smart ini produk kerajinan, perhiasan dan batik di dorong untuk memasuki pasar online, sehingga memiliki jangkauan pasar yang lebih luas karena dapat diakses oleh konsumen dari berbagai daerah.

“Kami juga mendorong agar para perajin batik untuk memperoleh berbagai fasilitas pembiayaan seperti KUR, dan lembaga pembiayaan perbankan atau non perbankan lainnya untuk memperkuat struktur modalnya. Dengan demikian, diharapkan industri batik nasional dapat tumbuh signifikan dan daya saingnya meningkat,” ujar Gati.

 

Baca juga:

Pertamina EP Asset 4 Cepu Field Dukung Pengembangan Batik Ramah Lingkungan

Jokowi Ajak Generasi Muda Kenalkan Batik ke Kancah Dunia

Cerita Pemilik Sila Butik Batik yang Koleksi Busana Pesohor hingga Masuk Pasar Ekspor

 

Menurutnya, di tengah-tengah upaya pembangunan ekonomi, sentra-sentra IKM sebagai basis ekonomi kerakyatan, perlu terus-menerus dikembangkan. Semangat berkarya dan berkreasi perlu difasilitasi melalui kemudahan untuk mempromosikan karya-karya para pelaku IKM.

“Perlu diingat bahwa dalam era globalisasi, produk IKM seperti batik harus didukung dengan kualitas atau mutu yang baik dan tentunya memiliki standarkualitas tinggi. Strategi yang perlu dibangun untuk bersaing di pasar global itu, antara lain melalui pengembangan inovasi desain dan produk,” tegasnya. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.