Minggu, 15 September 19

Hari Ini Polisi akan Periksa Rocky Gerung Soal ‘Kitab Suci Itu Fiksi’

Hari Ini Polisi akan Periksa Rocky Gerung Soal ‘Kitab Suci Itu Fiksi’
* Rocky Gerung. (Foto: nusantaranews.co)

Jakarta, Obsessionnews.com – Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya melakukan pemanggilan terhadap  pengamat politik Rocky Gerung, Kamis (31/1/2019). Rocky akan diperiksa sebagai saksi terlapor terkait ucapannya soal ‘kitab suci itu fiksi’. 

Pemeriksaan Rocky dijadwalkan pada pukul 10.00 WIB. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono berharap Rocky dapat memenuhi panggilan tersebut.

“Kita berharap yang bersangkutan hadir karena yang bersangkutan seorang kita hormati, seorang yang cerdas, bapak terpelajar dan mudah-mudahan besok datang untuk memenuhi undangan klarifikasi dari pada Direktorat Krimsus,” kata Kombes Argo kemarin.

Sebelumnya Rocky dilaporkan sejumlah pihak atas ucapannya yang menyatakan ‘kitab suci itu fiksi’ dalam program ‘Indonesia Lawyers Club’ (ILC) di TVOne.

Pelaporan terhadap Rocky ini pertama kali dilakukan oleh aktivis media sosial Abu Janda alias Permadi Arya pada 11 April 2018. Dia menyebut pernyataan Rocky telah melukai sejumlah umat beragama di Indonesia. 

Laporan tersebut tertuang dengan nomor polisi TBL/2001/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus tanggal 11 April 2018. Perkara yang dilaporkan adalah dugaan menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras dan antar golongan sesuai pasal 28 ayat (2) Jo pasal 45 A ayat (2) UU RI No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Lima hari setelahnya, Rocky kembali dilaporkan mengenai ‘kitab suci fiksi’ ke Bareskrim Polri. Pelapornya kali ini adalah Sekjen Cyber Indonesia, Jack Boyd Lapian. 

Kala itu Rocky dituduh menistakan agama. Laporan Jack diterima dengan LP/512/IV/2018/Bareskrim tertanggal 16 April 2018. Rocky disangkakan melanggar Pasal 156a KUHP.

Jack menilai, kitab suci yang disebut Rocky Gerung merujuk pada Alquran, kitab Taurat, dan sebagainya. Jack bilang, penyebutan kata ‘fiksi’ itu berarti juga menyinggung soal keberadaan Tuhan dan nabinya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.