fbpx

Kamis, 21 Februari 19

Keamanan Manusia

Keamanan Manusia
* Pembangunan bertujuan untuk keamanan manusia. (Sumber foto: www.pu.go.id)
Oleh: Yunidar ZA, Alumni Magister Perdamaian dan Resolusi Konflik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Menciptakan keamanan manusia bukan suatu yang mudah. Manusia harus merancang sedemikian rupa lingkungan hidupnya, sehingga mendapatkan keamanan menyeluruh dan komprehensif. Sejak manusia ada, manusia tidak aman hidup dalam lingkungannya hingga terjadi pertikaian dan konflik dalam mempertahankan kebutuhannya, merebut kepentingan yang ingin dikuasainya.

Hidup dalam masyarakat global, seakan-akan kita berlomba-lomba untuk berbuat kebajikan kepada semua orang dalam membantu korban bencana. Masyarakat tidak peduli asal usul, ras, agama, kehidupan politik, atau baju partai, semuanya ingin berlomba-lomba membantu yang tertimpa musibah baik musibah karena bencana alam maupun musibah yang diciptakan manusia sendiri. Manusia sangat berkepentingan terhadap lingkungan manusia lainnya dalam pembangunan karena secara antusias untuk memberikan yang terbaik dalam pembangunan.

Tujuan pembangunan sebenarnya bagi keamanan manusia. Namun demikian celakanya dilakukan dengan cara otoriter, seperti menaman dan menyemai benih-benih konflik yang parah. Pembangunan juga acap kali diwarnai dengan berutang ke luar negeri (negara lain), dan  terjadinya korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Pembangunan sejatinya untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia. Manusia sebagai makhluk yang berakal dan terus menciptakan dan memikirkan kehidupan yang lebih baik untuk generasinya. Terus berupaya memberikan dan menyampaikan ilmu pengetahuan, pengalaman hidup kepada generasi yang hidup belakangan. Ada suatu estafet yang selalu diwariskan dari generasi ke generasi. Manusia makhluk yang diciptakan Allah SWT dengan sempurna, bahkan dia dapat membuat suatu pembaharuan untuk generasi selanjutnya dalam berbagai bidang kehidupan.

Permasalahan hidup ternyata bukan hanya pembangunan, karena masalah hidup ternyata tidak dapat diselesaikan dengan pembangunan, ilmu pengetahuan dan teknologi saja. Masalah hidup sangat kompleks. Kompleksitas kehidupan yang dialami oleh manusia melahirkan berbagai permasalahan sosial dan perebutan terhadap sumber daya alam. Hal ini kemudian melahirkan disparitas antar daerah, kemiskinan, penggangguran, gizi buruk, tidak mencukupi kebutuhan dasar, dan melahirkan kesenjangan dalam masyarakat

Kemudian dengan kreativitasnya manusia menciptakan senjata yang lalu berkembang secara kuantitatif dan kualitatif. Akan tetapi  manusia tetap terkebelakang tidak turut terbangun dengan lingkungan fisiknya. Maka persoalan pokok bukanlah fisis dan teknologis, melainkan intelektual. Oleh karenanya kelompok intelektual dan terpelajar harus merasa terpanggil oleh krisis yang kompleks ini, dan jangan hanya menyerahkan persoalan kepada pemimpin pusat dunia saja. Yang pasti akan menyerahkannya kepada segolongan tehknokrat dan birokrat, yang sibuk merancang langkah berikutnya yang praktis  dalam terowongan tempat mereka terperangkap.

Krisis demi krisis timbul yang sebab musababnya bisa saja politis. Ilmu dan teknologi dipergunakan untuk mendesak dengan kekerasan (bom atom). Dehumanisasi manusia terjadi, ilmu dan teknologi bekerja dalam kehampaan etik, agama, dan moral. Dunia ketiga menjadi jajahan model baru, pembangunan yang mestinya meningkatkan perdamaian, malahan mengancam perdamaian. Terjadinya separatisme dan ketidakpuasan segolongan orang.

Bagaimana menanamkan pembangunan dimulai dengan nilai-nilai dasar yang bisa dilanjutkan pada masa yang akan datang? Nilai-nilai kemanusiaan yang universal, etika, moral memungkinkan perenialis abadi untuk semua generasi nilai-nilai baik yang telah diakui oleh generasi sebelumnya, termasuk nilai-nilai menghormati orang tua dan berbuat baik kepada orang tua dan kepada sesama manusia.

Pembangunan insfrastuktur dan efek pembanguan ada efek pembangunan sosial yang berdampak pada nilai-nilai kemajuan. Kemajuan kadang kalanya membuat kehampaan bagi manusia karena tersibukkan dengan  materialistis keduniawian. Manusia terus mengejar ketertinggalan yang dialami terutama ketertinggalan dalam hal pembangunan fisik dan materi, keinginan memproleh benda-benda yang diharuskan kerja keras bahkan mengejar kekuasaan tanpa batas.

Pembagian kekuasaan adalah seni manusia dalam melakukan dinamika kehidupan yang berhadapan dengan kekuatan-kekuatan dan kekuasaan, sehingga membuat keteraturan yang disebut dengan sistem meningkatkan mobilisasi meningkatkan efektivitas dan efisiensi kinerja. Hal lain terjadinya disparitas antara perkotaan dan perdesaan, karena ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang dengan pesat di kota, masyarakat hidup lebih majemuk dan dari berbagai latar belakang asal usul. Sedangkan di pedesaan orang hidup dalam tradisi yang hanya berkembang dalam lingkup kecil suatu komunitas saja.

Dinamika dan perubahan dalam teknologi informatika diharapkan juga bisa diikuti sebagai suatu perubahan yang memang terjadi tidak bisa terhindari, bagaimana mengikuti perubahan bisa bermanfaat dalam kehidupan kita. Peruhbban terjadi karena teknologi (otoklastis alam yang diubah oleh manusia dan oklastis sama dengan kemampuan alam yang harus diantisipasi oleh manusia). Diciptakan teknologi untuk kebutuhan manusia, kehidupan di lingkungan alam manusia. Semua dibuat demikian rupa untuk memenuhi kebutuhan manusia dan keamanan manusia.

Pembangunan di Indonesia

Pambangunan manusia dengan mengelola alam, begitu besar banyak ilmu yang belum kita peroleh. Semakin banyak yang kita pelajari semakin banyak pula yang tidak  kita ketahui dan terus mencari. Inilah yang membuat fungsi yang dipelajari dalam manajemen penting untuk ketahui.

Seorang pemimpin harus bisa berpikir luas, terpadu, bersinergi, intergral, holistik memiliki suatu komitmen yang sama untuk mencapai sesuatu bersama. Organisasi yang besar adalah negara dan diatur fungsi dan kelembagaannya. Lingkungan nasional dan lingkungan global tidak lain untuk keamanan manusia.

Dari kumpulan lokal kita mendapatkan local wisdom atau kearifan lokal berwawasan global. Dalam konstitusi ada dasar sosial budaya dinamis dan ada nilai-nilai sosial budaya. Peran sosial dan budaya ini menjadi suatu pandangan yang bisa diikuti, karena kita tidak mungkin hidup sendri, tingkat kesejahteraan, rasa aman, nyaman. Keterkaitan dalam proses pembangunan termasuk jumlah penduduk dunia yang terus meningkat dan untuk memenuhi kebutuhan hidup, keuangannya, bisa bertambang, menanam tanaman yang bisa dimakan dan ada batasnya.

Di Indonesia masih tersedia banyak sumber daya alam,  di mana tanaman hidup di alam katulistiwa di wilayah agraris yang luar biasa suburnya. Karena banyaknya sumber daya alam menimbulkan melahirkan berbagai macam konflik sosial dengan kekerasan. Kita berharap ini menjadi perhatian bersama dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, perlu peningkatan sumber daya manusia dan menciptakan kesejahteraan bersama.

Akhirnya kita harus melihat perkembangan lingkungan strategis di mana pun kita. Jalan lingkungan selalu ada, jadi tidak mungkin hidup tanpa lingkungan. Kampus punya lingkungan, kantor punya lingkungan, baik dari tingkat terkecil keluarga sampai dengan negara. Memperkuat lingkungan mengantisipasi krisis energi yang bisa berakibat pada krisis terhadap lingkungan keamanan manusia.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.