Sabtu, 25 September 21

Gerakan 20 Mei Tak Mampu Turunkan Rezim Jokowi

Gerakan 20 Mei Tak Mampu Turunkan Rezim Jokowi
* Karyono Wibowo

Jakarta, Obsessionnews – Menyambut Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang tepatnya jatuh pada 20 Mei, banyak yang menyebut bulan keramat pemerintahan rezim Jokowi-JK. Beredarnya isu penurunan rezim Jokowi-JK pada 20 Mei 2015 dibantah oleh pengamat politik Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo.

Ia menilai, aksi yang akan dilakkuan pada Rabu (20/5), tidak akan mampu menurunkan rezim Jokowi, melainkan aksi itu hanya sekadar aksi menyuarakan dan menyampaikan aspirasi.

“Tidak ada dasar yang kuat untuk menurunkan pemerintahan Jokowi-JK, aksi besok itu hanya kritik dan penyampaian aspirasi saja sebagai bentuk  pengawasan pada pemerintah. Kalau pemerintah tidak diawasi, bisa kebablasan,” ungkapnya dalam acara Forum Wartawan Joeang (FWJ) dalam tema Nasib Pemerintah Jokowi di Bulan Mei, di Gedung Joeang Jakarta, Selasa (19/5/2015).

Menurutnya, isu penurunan rezim Jokowi-JK tidak memiliki landasan yang kuat dan belum memiliki alasan yang jelas. “Pemerintah baru saja seumur jagung. Untuk menurunkan Jokowi, bagi saya belum memenuhi prasyarat yang cukup untuk menjatuhkan Jokowi meski ada beberapa kelompok mengisukan penurunan,” tuturnya.

disuksi jelang 20 Mei

Ia pun membandingkan, situasi politik Mei 1998 dengan situasi politik 20 Mei 2015 berbeda. Menurutnya, penurunan Soeharto pada 98 lalu sudah memiliki prasyarat. Dimana kepemimpinan lalu ditandai dengan  pemerintahan otoriter yang begitu lama, rakyat miskin, krisis moneter, krisis ekonomi.

Meski demikian, Karyono mengakui pemerintahan sekarang banyak kekonyolan yang ditemukan dan merisaukan masyarakat. “Mengkritik boleh saja, namun untuk menurunkan itu tidak mungkin, pemerintahan masih seumur jagung. Pemerintah perlu pembenahan,” terangnya.

Karyono menambahkan, dasar yang menjadi sorotan publik terhadap peringatan Harkitnas 20 Mei lebih kuat terhadap bidang ekonomi. “Sebab, ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” paparnya.

Disebutkan pula, kekonyolan terjadi pada kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang begitu tinggi sehingga mencekik kehidupan masyarakat tingkat bawah.

“Itulah terjadi anomali ketika harga BBM naik barang naik, sedangkan harga BBM turun harga tidak mau turun, kondisi ini menyebabkan masyarakat terbebani,” ungkapnya.

Eforia reformasi 20 Mei penting diperingati sebagai bentuk pengontrolan mahasiswa. ” Jadi, yakin gerakan 20 Mei besok sampai akhir jabatannya, tidak akan mampu menggoyahkan kepemimpinan Jokowi. Rencana Penurunan SBY saja yang dilakukan secara masif, tetap saja tidak turun,”

“Mari kita lihat saja besok,” tantangnya. (Asma)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.