Rabu, 20 Oktober 21

Gagal Jadi Pegawai Negeri, Sukses Jadi Pengusaha Mebel

Gagal Jadi Pegawai Negeri, Sukses Jadi Pengusaha Mebel
* Uem Al Azis, pengusaha mebel di Manado, Sulawesi Utara

Manado, Obsessionnews – Kebanyakan orang yang gagal menjadi pegawai negeri duduk termenung sambil menunggu tes penerimaan pegawai negeri di masa berikutnya. Namun tidak demikian halnya dengan Uem Al Azis. Uem pernah mengikuti tes penerimaan pegawai negeri, namun dewi fortuna belum berpihak pada dirinya. Ia sempat terpukul atas kegagalannya tersebut. Tetapi, cuma sebentar. Ia tidak mau berlama-lama larut dalam kesedihan. Ia tak mau berpangku tangan alias menganggur.

Uem terjun ke usaha pembuatan mebel sejak tiga tahun lalu. Sarjana pendidikan geografi ini memulai usahanya dari titik nol dengan bermodalkan semangat dan keyakinan yang kuat, bahwa sukses butuh tindakan nyata. Ia belajar dari ayahnya yang juga pengusaha mebel. Uem belajar membuat lemari,tempat tidur,rak piring, box tv, daun pintu, kusen, jendela, meja makan,meja belajar,dan lain-lain. Selain itu, Uem juga menawarkan mebelnya kepada teman-temannya, berbagai kantor, dan lain sebagainya. Ia pantang mengenal lelah, walau kadang-kadang dalam sehari mendapat order dan kadang- kadang tidak mendapat order.

Lemmari dapur, rak piring, dan lemari pakaian yang banyak peminatnya
Lemmari dapur, rak piring, dan lemari pakaian yang banyak peminatnya

lemari

Pertengahan tahun pertama memulai usaha menjadi babak baru dalam cerita usahanya. Tidak disangka usahanya mulai dikenal dan banyak diminati, sehingga ia harus mencari karyawan untuk membantunya dalam melayani para pemesan agar bisa menyelesaikan pesanan tepat pada waktunya. Para peminatnya tidak hanya dari Sulawesi Utara (Sulut), tapi juga dari luar Sulut, seperti Gorontalo dan Ternate. Usahanya banyak diminati karena kualitasnya berbeda dengan yang lain.

“Dalam merintis usaha modal saya adalah kualitas produk, ketepatan waktu, kejujuran, dan kepercayaan pelanggan, karena hal itu yang membuat produk saya diminati,” tuturnya kepada obsessionnews.com di tempat usahanya di Manado, Sulut, baru-baru ini.

Dia menegaskan, dalam bisnis jika yang dikedepankan hanya keuntungan kadang kala akan menghambat daya cipta yang berkualitas. Lain halnya jika yang dikedepankan adalah kualitas, kejujuran,dan kepercayaan maka usaha itu akan terus berjalan dengan baik.

Kini Uem telah menjelma menjadi pengusaha mebel yang cukup sukses dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi beberapa orang. Omsetnya Rp35 juta/bulan. Ia optimis di masa mendatang omsetnya akan terus meningkat. Untuk itu dia mesti bekerja ekstra keras, termasuk melakukan terobosan di bidang pemasaran. Salah satu obsesinya adalah usahanya semakin besar dan dapat memasarkan mebelnya ke luar negeri. (Wa Ode Tribula)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.