Rabu, 18 September 19

Di Hadapan Forum Pesantren, Ma’ruf Amin Bicara Kiai Tulen

Di Hadapan Forum Pesantren, Ma’ruf Amin Bicara Kiai Tulen
* KH Ma’ruf Amin saat dialog dengan Forum Pesantren Priangan Timur, Garut, Jawa Barat, Kamis (4/4/2019). (Foto: Timses)

Garut, Obsessionnews.com – Calon wakil Presiden KH Ma’ruf Amin berbicara soal kiai tulen saat menggelar dialog dengan Forum Pesantren Priangan Timur, Garut, Jawa Barat, Kamis (4/4/2019). Ma’ruf mengatakan gelar kiai sesungguhnya tidak asal diberikan kepada seseorang. 

 

Baca juga:

Gelar Dialog di Garut, Kiai Ma’ruf Ajak Tebar Kebaikan

TKN Tanggapi Kabar Ma’ruf Amin Masuk Rumah Sakit

Ma’ruf Amin: Golput Golongan Baju Putih

 

“Kalau sampai tidak tersisa satu alim pun, orang akan mengangkat pemimpin yang bodoh-bodoh. Kalau memberi fatwa tanpa ilmu, mereka sesat dan menyesatkan. Ini…kalau soal gelar gampang. Nggak mondok bisa jadi kiai. Itu namanya dikiaikan. Kalau yang kiai itu, pesantren dulu baru kiai, kalau tidak pesantren jadi kiai, namanya dikiaikan,” kata Ma’ruf.

Menurut Ma’ruf, seorang kiai harus belajar dalam pesantren terlebih dahulu baru mendapatkan gelar tersebut. Mulanya, ia bicara soal tugas dan peran pesantren di masyarakat. Pesantren bertugas menyiapkan ulama atau kiai yang paham agama dan menjadi tokoh yang menjaga agama dari akidah yang rusak. 

“Kenapa para kiai bikin pesantren? Karena supaya ada yang melanjutkan tugasnya. Allah tidak mengangkat ilmu dari hati manusia. Tapi Allah mengambil ilmu dengan mengambil ilmunya. Kalau ulama wafat, ilmunya dibawa, mobilnya ditinggal, sawahnya ditinggal, kebonnya ditinggal, istrinya juga ditinggal, tapi ilmunya dibawa,” ujar Ma’ruf.

Karena itu, lanjut Ma’ruf, pesantren harus mengambil peran lebih besar di masyarakat untuk mencetak ulama atau kiai yang melindungi agama dari akidah yang menyimpang. Mengingat saat ini, banyak pihak-pihak yang memahami agama secara intoleran dan menyimpang.

“Padahal agama ini rahmatan lil alamin. Berbeda agama saja kita suruh toleran, lakum dinukum waliyadin. Berbeda partai juga harus toleran lakum partaiyukum, walana partaiyuna, berbeda capres mestinya tidak harus berantem, lakum capresukum walanq capresuna. Kalau tidak sama nggakpapa. Kalau tidak mau pilih saya, pilih saja Pak Jokowi. Kalau tidak mau pilih Pak Jokowi, pilih saja saya,” tutur Ma’ruf. 

Dalam acara dialog dengan Pesantren Kampung Priangan Timur di Fave Hotel, Garut, Jawa Barat itu kiai Ma’ruf mendapatkan dukungan dari relawan. Ma’ruf Amin didampingi istrinya Nyai Wury Estu Handayani, putranya Ahmad Syauqi, dan putrinya Siti Mamduhah. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.