Jumat, 3 April 20

Dengan Cara Ini Pemerintah Selamatkan Industri Pariwisata Indonesia

Dengan Cara Ini Pemerintah Selamatkan Industri Pariwisata Indonesia
* Wisatawan Mancanegara (Wisman) yang datang ke Indonesia. (Foto: Dok Kemenparekraf)

Jakarta, Obsessionnews.comMenteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio menyampaikan, paket insentif khusus pariwisata akan mengakselerasi kinerja sektor sekaligus menarik kunjungan wisatawan di tengah wabah virus corona.

Wishnutama mengatakan, pariwisata yang telah ditetapkan sebagai leading sektor menjadi salah satu sektor yang paling terdampak mewabahnya virus corona. Padahal selama ini pariwisata merupakan sektor padat karya yang menyerap lebih dari 13 juta pekerja. Angka itu belum termasuk dampak turutan atau multiplier effect yang mengikuti termasuk industri turunan yang terbentuk di bawahnya.

Baca juga: Menparekraf Dorong Maskapai Isi Slot Kosong Penerbangan ke China

Merespons hal tersebut, Pemerintah RI menginisiasi sejumlah terobosan sebagai upaya agar mobilisasi wisatawan baik wisman (wisatawan mancanegara) maupun wisnus (wisatawan nusantara) tidak terganggu secara signifikan.

“Pemerintah dalam hal ini sangat concern untuk menerbitkan beberapa kebijakan yang sangat penting untuk menyelamatkan industri pariwisata sehingga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat lokal yang bekerja di industri pariwisata,” ujar Wishnutama dalam keterangan tertulisnya yang diterima obsessionnews.com, Rabu (26/2/2020).

Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, insentif untuk wisatawan mancanegara, pemerintah memberikan alokasi tambahan sebesar Rp298,5 miliar.

“Terdiri dari Insentif Airlines dan Travel Agent, Insentif dalam skema Joint Promotion, kegiatan promosi pariwisata  serta familiarization trip (famtrip) dan influencer,” ujarnya.

Sementara untuk wisatawan domestik, pemerintah memberikan diskon 30 persen penerbangan ke 10 tujuan wisata. 30 persen itu untuk kuota 25 persen seats di setiap penerbangan ke 10 tujuan wisata.

“Dan ini berlaku selama tiga bulan yaitu Maret, April, dan Mei 2020. Program ini apabila dirasakan manfaatnya dapat dilanjutkan,” kata Airlangga. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.