Minggu, 16 Mei 21

Cegah Politik Identitas, PKS Dorong PT Diturunkan

Cegah Politik Identitas, PKS Dorong PT Diturunkan
* Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. (Foto: fraksi.pks.id)

Jakarta, obsessionnews.com – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendorong revisi Undang-Undang Pemilu, salah satunya menurunkan presidential threshold (PT) atau ambang batas calon presiden (capres).

PKS beralasan ingin mencegah politik identitas karena ambang batas capres yang tinggi.

 

Baca juga:

PKS Tantang Bank Mandiri dan BNI Kalahkan Rentenir untuk UMKM

Menarik Nih! Pantau Pilkada Depok, Presiden PKS Gowes dengan Sepeda Kayu ke TPS

PKS Sebut Omnibus Law Sengsarakan Petani

 

“Kita melihat 2 kali Pilpres 2014 dan 2019 dengan dua pasang calon itu buruk bagi demokrasi, buruk bagi persatuan kesatuan sehingga ada pembelahan sosial,” kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera seperti dikutip obsessionnews.com dari situs fraksi.pks.id.

Mardani mengungkapkan PKS ingin ambang batas capres jadi 10 persen kursi DPR atau 15 persen suara secara nasional. PKS menilai makin banyak calon presiden, makin tinggi juga kemungkinan politik identitas tertutupi.

“Karena itu PKS tegas menurunkan usulannya agar threshold untuk presiden itu 10 persen kursi DPR atau 15 persen suara sehingga ada banyak calonnya, ada kontestasi karya gagasan tidak ada lagi pembelahan ataupun politik identitas,” tuturnya.

Karena itu, lanjut anggota Komisi II DPR ini, PKS tetap berjuang agar ada revisi UU Pemilu.

Sementara itu terkait pilkada, PKS menolak pilkada disatukan dengan pileg dan pilpres karena menurutnya banyak mudaratnya, salah satunya party identification, atau ukuran kedekatan masyarakat dengan partai yang akan dipilih, yang dinilai masih rendah. Mardani memberi solusi.

“Lebih baik dibagi tiap tiga tahun. Ada pemilu nasional, ada pemilu buat provinsi ada pemilu buat kabupaten/kota,” ucap Mardani. (red/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.