Senin, 27 Mei 19

Cegah Kericuhan Debat Cawapres KPU Bentuk Komite Damai

Cegah Kericuhan Debat Cawapres KPU Bentuk Komite Damai
* Cawapres 01 dan 02 Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno. (foto: JP dan riau1.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Kericuhan sempat terjadi saat jeda debat Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Minggu (17/2/2019)lalu. Dalam debat tersebut hanya menghadirkan kedua calon presiden (Capres) Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto.

Kericuhan tersebut berawal dari Capres nomor urut 01 Jokowi melayangkan serangannya dengan menyinggung tentang lahan yang dimiliki oleh Capres nomor urut 02 Prabowo. Ia menyebut Prabowo memiliki lahan dari pemerintahan sebelumnya di wilayah Kalimantan Timur dan Aceh Tengah.

 

Baca juga:

Ini Alasan Kenapa Jokowi Masih Jauh Unggul Dibanding Prabowo

Jokowi: Atas Izin Allah Insya Allah di Jabar Kita Menang

Pose Romantis Jokowi-Iriana di Tengah Hutan Karet

 

Usai Jokowi mengungkapkan hal itu di acara debat, saat jeda iklan, rupanya Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga menganggap itu adalah serangan personal. Sehingga, mereka pun langsung melayangkan protes kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu di lokasi debat.

Protes tersebut tampaknya sedikit memancing kericuhan. Terlihat dari sebuah video yang tersebar di media sosial, Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan sampai turut berdiri dan menghampiri kericuhan tersebut.

Seperti di dalam video yang sempat viral di medsos, terlihat juru bicara BPN Capres nomor urut 02 Ferdinand Hutahaean terlihat melayangkan protes kepada Ketua KPU Arief Budiman.

Ia meminta KPU dan Bawaslu menegur Capres 01 karena dianggap melanggar peraturan dengan menyerang Capres 02 soal kepemilikan tanah.

Dalam video tersebut juga terlihat Luhut yang mendatangi kerumunan yang ricuh. Ferdinand sempat menghampiri Luhut dan mengatakan bahwa aturan harus ditegakkan sebelum akhirnya Luhut dibawa menjauh oleh sejumlah orang untuk kembali duduk di tempatnya.

Menanggapi hal tersebut, KPU tengah membentuk Komite Damai guna memastikan Debat Cawapres pada Minggu (17/3) mendatang berlangsung aman dan tertib.

“Kemarin disepakati itu terdiri dari perwakilian (paslon) 01, perwakilan (paslon) 02, dari KPU dan Bawaslu,” kata Komisioner KPU Wahyu Setiawan di kantornya, Senin (11/3).

Pembentukan Komite Damai ini dilakukan, karena berkaca pada debat Capres pada Minggu (17/2) lalu yang dinilai menimbulkan sedikit kegaduhan. KPU sebagai pihak penyelenggara membuat regulasi agar debat selanjutnya berjalan baik.

“Komite Damai ini dimaksukan untuk mengatasi jika ada permasalahan sepanjang debat,” ujar mantan anggota KPU Jawa Tengah itu.

Dalam pengaturan debat, KPU mempersilakan para pendukung kedua paslon melakukan yel-yel di dalam ruangan debat hanya saatoff air. Wahyu mengingatkan, yel-yeldukungan hanya ditujukan pada jagoan masing-masing, bukan untuk menyerang lawan. Peraturan tersebut baru akan diterapkan pada debat ketiga nanti.

“Jadi, tidak boleh ada yel-yel yang bersifat provokatif, menyerang kandidat lain,”tegas alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas 17 Agustus 1945 Semarang ini.

Komite Damai akan bertindak apabila ditemukan indikasi provokatif yang menimbulkan kegaduhan. Mekanismenya, komite akan memberikan teguran sebagai peringatan awal. “Tidak menutup kemungkinan jika diperingatkan berkali kali tidak tertib, maka bisa saja yang bersangkutan dikeluarkan dari arena debat,” jelasnya.

Para pendukung kedua paslon tidak diperbolehkan membawa atribut kampanye dalam ruangan. Jumlah pendukung akan dibatasi 450 orang.

Debat ketiga nanti menampilkan kedua Cawapres, yakni Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno, di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Minggu (17/3). Tema debat adalah pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan budaya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.