Jumat, 22 Oktober 21

BRI dan Bank Jateng Teken Nota Kesepahaman Soal Aliansi Strategis Pengembangan BUMD

BRI dan Bank Jateng Teken Nota Kesepahaman Soal Aliansi Strategis Pengembangan BUMD

Semarang, Obsessionnews – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bersama Bank Jateng menandatangani nota kesepahaman untuk melakukan kerjasama dalam rangka pengembangan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jawa Tengah, Selasa (15/3/2016).

Hadir dalam penandatanganan kerjasama tersebut Menteri BUMN Rini Soemarno, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Direktur Utama BRI Asmawi Syam, Direktur Bank Jateng Supriyatno dan Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Nelson Tampubolon.

Menurut Rini, kerja sama aliansi strategis pengembangan BUMD ini bertujuan agar pihak yang menandatangani nota kesepahaman dapat bersama-sama meningkatkan kinerjanya, sehingga menjadi perbankan terkuat di ASEAN.

Kerja sama ini bisa menjadi percontohan seluruh BPD-BPD di Indonesia. Karena masih banyak kantong-kantong kemiskinan di Jawa Tengah. Harapannya, ke depan bukan hanya kerjasama dengan bank BUMN, tapi seluruh BUMN sekarang membuka diri bisa bekerjasama dengan mengentaskan kemiskinan,” katanya.

Sementara itu Dirut BRI Asmawi Syam mengatakan, pihaknya melakukan beberapa langkah sinergi di antaranya kerja sama produk, teknologi, hingga sumber daya manusia (SDM). Kerja sama dengan BPD Jateng disebutnya akan memperkuat posisi BRI di Jawa Tengah, karena Bank BPD merupakan bank daerah yang memiliki kemampuan untuk melakukan penetrasi yang cukup baik.

”Komitmen kami adalah memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Kami bank yang pertama dipercaya pemerintah daerah bisa menjadi role model untuk bank daerah lain,” ungkapnya.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, pihaknya berharap Bank Jateng dapat memberikan kontribusi positif dalam mempercepat pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah. Menurutnya, kendala utama masyarakat dalam melakukan usaha adalah permodalan. Selama ini KUR hanya untuk pengusaha yang sudah jalan, sementara yang baru mulai tidak ada yang bisa menopang permodalan.

”Kemiskinan di Jateng memang sudah turun, tapi masih lambat. Karena itu, kita berpikir bagaimana Bank Jateng ini bisa benar-benar membantu percepatan perekonomian, maka pola aliansi inilah yang kita pilih dan yang kita percaya adalah Bank BRI,” katanya.

Lebih lanjut Ganjar mengatakan, kerja sama tersebut nantinya akan menyangkut SDM, penjajakan permodalan termasuk jejaring yang dimiliki kedua bank. Jika hal itu bisa dilakukan, Bank Jateng diharapkan bisa tertopang dengan baik, termasuk jejaring yang dimiliki bank BRI yang akan dikerjasamakan. (Fath)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.