Minggu, 15 Desember 19

BI Prediksi Perekonomian Bojonegoro Makin Cerah di 2018

BI Prediksi Perekonomian Bojonegoro Makin Cerah di 2018
* Pertumbuhan ekonomi di Bojonegoro diprediksi muncul dari industri kreatif yang melibatkan UMKM (home industry) dan investasi industri. (Foto: didikjatmiko.com)

Bojonegoro, Obsessionnews.com – Bank Indonesia (BI) memperkirakan ekonomi Bojonegoro akan semakin cerah di tahun 2018. Pertumbuhan ekonomi Bojonegoro bahkan bisa mencapai di atas 5 persen.

Hal itu dikemukakan Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Bojonegoro, Rahmat Junaedi, dalam keterangan tertulisnya kepada Obsessionnews.com, Kamis (14/12/2017).

“Ciri utamanya adalah tatanan dasar inklusif ekonomi yang menyeimbangkan pembangunan ekonomi dengan faktor lainnya, termasuk perlindungan lingkungan dan stabilisasi sosial,” ungkap Rahmat Junaedi.

Rahmat menambahkan, Bi juga memperkirakan inflasi yang terjadi pada tahun depan berada di kisaran rendah, yakni di bawah 3 persen. Hal itu dikarenakan proses produksi dan distribusi barang atau jasa yang semakin baik.

Indikator lainnya, kata dia, adalah terus meningkatnya harga minyak mentah mulai mencapai 60 ribu dolar US perbarel. Hal itu diperkuat lagi dengan semakin banyaknya rencana investasi di Bojonegoro, baik industri yang terkait gas, pengelolaan flare gas.

“Jangan lupakan juga sector lainnya yang akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi Bojonegoro, seperti agriculture (industri makanan olahan dan gula), tekstil, perhotelan, dan banyak investasi lainnya yang akan masuk ke Bojonegoro,” jelas Rahmat.

Bahkan menurutnya, seperti yang dipaparkan analisis Bank Indonesia, masa depan ekonomi Bojonegoro bukan lagi di industri minyak. Pertumbuhan ekonomi justru akan muncul dari industri kreatif yang melibatkan UMKM (home industry) dan investasi industri.

Faktor kestabilan keamanan menjadi alasan penguatnya. Selain itu, keberpihakan pemerintah daerah yang sangat mendukung sektor ekonomi kreatif ini menjadi faktor penting.

“Saat ini Pemkab sangat berpihak pada pegiat ekonomi kreatif. Di antaranya dengan memberikan kemudahan dalam pengurusan perizinan dan berbagai insentif termasuk sektor pajak,” ujar Rahmat.

Selain itu, kata dia, semakin membaiknya hubungan Pemkab dan Perhutani terkait pengelolaan lahan hutan juga menjadi faktor yang tidak kalah penting.

“Kendati demikian, BI juga memberikan arahan agar masyarakat Bojonegoro juga harus pandai memilih pemimpinnya di tahun 2018. Tentunya arahan ini penting agar pemimpin baru nanti bisa meneruskan dasar ekonomi inklusif yang dirintis bupati saat ini,” tandasnya. (Fath)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.