Rabu, 22 September 21

Besok, Masyarakat Dunia Peringati HMS

Besok, Masyarakat Dunia Peringati HMS

A.Rapiudin
Jakarta– Besok, 25 April 2013, masyarakat dunia akan memperingati Hari Malaria Sedunia (HMS). Peringatan ini dicanangkan organisasi kesehatan dunia (WHO),  sebuah organisassi di bawah PBB  yang khusus menangani masalah kesehatan dunia.

Malaria merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium yang hidup dan berkembang biak dalam sel darah merah manusia. Parasit ini ditularkan oleh nyamuk malaria (Anopheles). Gejala yang timbul akibat penyakit malaria ini disebut trias malaria, antara lain demam, menggigil, dan berkeringat. Selain 3 gejala utama ini, ada pula gejala lokal seperti sakit kepala, mual, muntah, diare, nyeri otot, dan pegal-pegal. Malaria bisa menyerang semua orang, baik laki-laki maupun perempuan dan tidak memandang usia
Hingga kini, malaria masih menjadi masalah kesehatan bagi masyarakat di seluruh dunia. Kasus terbanyak terdapat di negara-negara Afrika,  beberapa negara di Asia, termasuk Indonesia, Amerika Latin, Timur Tengah dan beberapa bagian negara Eropa. Bahkan, The World Malaria Report pada 2011 melaporkan setengah  dari penduduk dunia berisiko terkena malaria.

Di Indonesia, berdasarkan data yang tercatat di Kementerian Kesehatan, ada 417.819 kasus malaria. Penyebaran terbesar terdapat di wilayah Indonesia bagian timur, seperti Nusa Tenggara Timur, Papua, Papua Barat, dan Maluku.Karena itu, Direktur Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (P2B2) Kementerian Kesehatan Andi Muhadir meminta masyarakat Indonesia untuk selalu waspada. Sebab, penyakit yang satu ini bisa menyerang siapa saja.

Menurutnya, Penyebaran malaria dipengaruhi oleh 3 komponen, yaitu manusia, lingkungan, dan nyamuk Anopheles. “Ketiga komponen ini saling mempengaruhi, sehingga Andi menegaskan bahwa jika salah satu komponen tidak teratasi dengan baik, maka efeknya akan berimbas pada komponen lain,” terangnya di Jakarta, Selasa (23/4).

Andi menambahkan, jika sudah mengalami gejala malaria,maka orang harus segera melakukan pemeriksaam di laboratorium. Dan jika sudah didiagnosis malaria, maka langsung dibawa ke dokter untuk diobati secepatnya.

“Penanganan dan kesadaran masyarakat sangat penting untuk memberantas malaria di Indonesia” ujarnya.

Lantas, bagaimana menanggulangi penyakit ini. Penanggulangan utama adalah menemukan penderita dan mengobatinya sejak dini. Cara lainnya memberantas tempat berkembang biaknya nyamuk  dengan menyemprotkan insektisida, membubuhi lavarsida dengan air, dan membersihkan danau atau rawan  yang menampung air.

Dengan memperingati HMS diharapkan masyarakat akan semakin tersadar terhadap bahayanya malaria. Dengan demikian, malaria akan dapat dicegah dan tereliminasi dari bumi Indonesia. (rud)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.