Sabtu, 7 Desember 19

Bangun Infrastruktur Sambungkan Kawasan Khusus

Bangun Infrastruktur Sambungkan Kawasan Khusus

Jakarta, Obsessionnews.comBasuki Hadimuljono kembali dipercaya oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024. Ia dilantik pada Rabu (23/10/2019). Sebelumnya Basuki menjadi Menteri PUPR pada periode 2014-2019.

 

Baca juga:

Basuki Hadimuljono Menteri yang Tak Mau Pakai WhatsApp, Apa Alasannya?

Aktivitas yang Akan Dilakoni Basuki Jika Tak Lagi Jadi Menteri

Basuki Hadimuljono Dinobatkan Sebagai Tokoh Favorit iNews Indonesia Awards 2019

 

Basuki mengatakan akan menjalankan visi Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada Kabinet Indonesia Maju. Lima visi tersebut adalah mempercepat dan melanjutkan pembangunan infrastruktur, pembangunan sumber daya manusia (SDM), undang investasi seluas-luasnya untuk membuka lapangan pekerjaan, reformasi birokrasi, serta penyerapan Anggaran pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang fokus dan tepat sasaran.

Hal itu diungkapkan Basuki dalam keterangan tertulis, Kamis (24/10/2019).

Kementerian PUPR, tuturnya, akan melanjutkan pembangunan infrastruktur seperti yang disampaikan Jokowi sesuai visinya yang kedua, yakni menyambungkan apa yang kita bangun dengan kawasan-kawasan khusus pariwisata, produksi, dan kawasan industri, contohnya Brebes, Magetan, dan Ngawi.

“Di samping itu Kementerian PUPR juga melaksanakan pembangunan infrastruktur di kawasan pariwisata, seperti Labuan Bajo dan Likupang,” ujar Basuki.

Dalam mempercepat pembangunan infrastruktur, Kementerian PUPR akan melanjutkan dan memanfaatkan infrastruktur yang telah terbangun seperti 65 bendungan, jalan tol, jaringan irigasi, dan 10 juta SR air minum dengan menyambungkan ke kawasan-kawasan produksi rakyat, antara lain kawasan industri kecil, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), pariwisata, pertanian, perkebunan dan perikanan.

Kementerian PUPR juga akan melaksanakan penugasan khusus seperti renovasi Masjid Istiqlal dan pembangunan venue PON XX di Papua.

Kementerian PUPR akan melanjutkan pembangunan infrastruktur dasar air minum serta sanitasi, dan persampahan melalui berbagai program seperti KOTAKU, Pamsimas, Sanimas, TPS3R, P3TGAI, dan rumah swadaya untuk mendukung pembangunan SDM.

Selain itu juga dilakukan pembangunan sarana pendidikan dan olahraga (sekolah, universitas, masjid, stadion), pendidikan dan pelatihan vokasi, sertifikasi tenaga konstruksi, dan pendirian Politeknik PU di Semarang.

Untuk menjalankan visi ketiga Presiden Jokowi, Kementerian PUPR terus memperluas skema kerja sama pemerintah dan swasta dalam pembangunan infrastruktur persampahan, air minum, dan perumahan. Kemudian anggaran tahun 2019 sebesar Rp 119,73 triliun yang telah dialokasikan akan dimanfaatkan secara efisien dan tepat sasaran untuk memenuhi harapan Pemerintah dan masyarakat.

Keempat, Kementerian PUPR akan melakukan reorganisasi kelembagaan, peningkatan Ease of Doing Business (EoDB), dan meningkatkan layanan publik melalui PUPR 4.0 untuk mendukung reformasi birokrasi.

Kelima, penyerapan APBN akan fokus pada belanja modal yang efisien dan tepat sasaran, sehingga akan memiliki manfaat ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat serta menjalankan tuntutan masyarakat sebagai taxpayer yang mengharapkan infrastruktur berkualitas dan bermanfaat. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.