Jumat, 28 Februari 20

Awas…!! Tidur Terlalu Lama Bisa Kena Penyakit Mematikan

Awas…!! Tidur Terlalu Lama Bisa Kena Penyakit Mematikan
* ilustrasi - tidur. (ist)

Ternyata, terlalu banyak tidur atau tidur terlalu lama dapat meningkatkan risiko penyakit mematikan hingga 85 persen!

Waktu yang Anda habiskan untuk tidur membentuk hidup Anda terjaga – dan sejumlah penelitian menunjukkan bahwa tidur meningkatkan otak, jantung, dan sistem kekebalan tubuh yang lebih sehat. Tetapi penelitian menunjukkan bahwa terlalu banyak tidur atau tidur terlalu lama ternyata dapat menyebabkan peningkatan risiko stroke seseorang atau penyakit mematikan.

Data mengungkapkan tiga asosiasi mengejutkan: Orang yang secara konsisten tidur lebih dari 9 jam per malam, tidur siang lebih dari satu setengah jam, atau yang melaporkan tidur berkualitas rendah memiliki risiko lebih tinggi terkena stroke.

Tidur berlebihan, tidur panjang, dan tidur yang terganggu dapat menyebabkan peningkatan 85 persen risiko stroke.

Temuan ini didasarkan pada studi sebelumnya yang menunjukkan bahwa tidur yang berkepanjangan dapat menjadi penanda peningkatan risiko stroke. Penelitian lain menunjukkan peningkatan risiko stroke pada wanita, wanita pasca-menopause, dan orang berusia paruh baya dan lanjut usia yang tidur lebih dari delapan jam setiap malam.

Seberapa banyak?
Berdasarkan hasil penelitian, orang yang tidur sedikitnya sembilan jam semalam memiliki kemungkinan 23 persen lebih tinggi untuk terserang stroke daripada mereka yang tidur antara tujuh dan delapan jam semalam.

Orang yang tidur siang lebih dari 90 menit 25 persen lebih mungkin untuk terserang stroke daripada orang yang tidur siang pendek (hingga satu jam).

Bagi mereka yang menikmati tidur siang panjang dan lebih dari sembilan jam tidur malam, risiko stroke melambung tinggi: kelompok ini 85 persen lebih mungkin mengalami stroke daripada orang-orang yang tidur dan popok sedang.

Terlalu banyak tidur di malam hari dan tidur siang yang lama meningkatkan risiko stroke hingga 85 persen, sebuah studi baru menunjukkan.

Temuan menunjukkan sweet spot jadwal tidur: Kurang dari sembilan jam tidur nyenyak semalam, dengan sesekali tidur siang singkat di siang hari dilemparkan ke dalam.

Lonjakan risiko stroke tidak selalu disebabkan oleh zzz ekstra. Xiaomin Zhang, penulis studi dan peneliti di Universitas Sains dan Teknologi Huazhong, berspekulasi bahwa faktor gaya hidup lain mungkin berperan.

 

RISIKO PENYAKIT MEMATIKAN
Penyakit mematikan mengintai mereka yang memiliki kebiasaan tidur terlalu lama. Risiko terkena penyakit mematikan seperti serangan jantung, diabetes, dan stroke meningkat jika tidur berlebihan.

Dirangkum dari berbagai sumber, Senin (16/12/2019), penelitian terbaru mengungkap, tidur malam maupun siang selama 9 jam atau lebih bisa berdampak buruk bagi kesehatan yang memicu munculnya sejumlah penyakit.

Gangguan Ringan Hingga Penyakit Mematikan :
Sakit Kepala
Mungkin orang yang tidurnya terlalu lama rata-rata akan merasa pusing dan sakit kepala ketika terbangun.

Hal itu sesuatu yang lazim, karena efek tidur terlalu lama dapat menyebabkan terganggunya senyawa kimia di dalam otak.

Nyeri Punggung
Apabila Anda tidur dalam waktu yang terlalu lama, biasanya punggung akan terasa sakit ketika bangun. Nyeri punggung merupakan efek dari tidur terlalu lama.

Apalagi jika kasur yang Anda gunakan untuk tidur tidak begitu mengakomodir tubuh secara baik, tentunya itu akan sangat mempengaruhi.

Meski bukan merupakan penyakit mematikan, namun kondisi tersebut cukup mengganggu Anda dalam beraktivitas.

Obesitas (kegemukan)
Obesitas atau kegemukan juga merupakan salah satu efek dari kebiasaan tidur yang terlalu lama, sehingga menyebabkan terjadinya perlambatan metabolisme tubuh.

Lemak yang semestinya terbuang malah terus menumpuk dan berdampak pada naiknya berat badan hingga melebihi ukuran normal. Kondisi ini bisa memicu munculnya penyakit mematikan.

Berdasarkan sebuah penelitian, orang yang punya durasi tidur lebih dari batas waktu normal berisiko mengalami kegemukan 21% lebih dibanding dengan orang yang tidurnya dalam durasi normal.

Gangguan Daya Ingat

Manfaat tidur adalah untuk meningkatkan fungsi otak, khususnya yang berkaitan dengan daya ingat. Bukan malah menimbulkan penyakit.

Tetapi, hal itu tidak berlaku jika Anda tidur dalam durasi yang lama. Karena, tidur terlalu lama bisa mengakibatkan terjadinya penurunan daya ingat.

Tak hanya memicu munculnya penyakit berbahaya, tidur yang melebihi durasi normal juga dapat mengakibatkan fungsi sel-sel otak terdegradasi, akibatnya daya ingat pun jadi melemah.

Depresi
Berdasarkan hasil sejumlah penelitian mengungkap bahwa, tidur yang berlebihan tak hanya bisa meningkatkan risiko penyakit mematikan, tapi bisa juga berujung depresi pada pelakunya.

Selain penyakit mematikan, sejumlah penelitian juga menyebutkan, ada sekitar 15% orang yang punya kebiasaan tidur dengan durasi melebihi normal mengalami depresi.

Jika kebiasaan itu tidak segera dihentikan, maka depresi yang dialaminya dikhawatirkan akan meningkat dan semakin parah.

Diabetes
Seseorang yang tidurnya dengan durasi berlebih juga lebih berisiko mengidap diabetes yang merupakan salah satu penyakit mematikan.

Bagi yang sudah punya diabetes atau penyakit gula darah, mengikuti keinginan tubuh untuk tidur lama akan memperparah kondisi penyakitnya.

Cobalah isi waktu luang Anda dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat sekaligus menyehatkan tubuh, seperti berolahraga atau membaca buku.

Stroke
Para peneliti di Universitas Sains and Technologi Huazhong, China, melakukan penelitian secara spesifik mengenai hubungan antara tidur siang yang melebihi durasi ideal dengan meningkatnya risiko penyakit stroke.

Para peneliti tersebut menemukan, risiko penyakit stroke meningkat 25% akibat kebiasaan tidur siang selama 90 menit dibanding dengan orang yang tidur siang selama 30 menit, atau bakhan tidak tidur siang.

Ahli saraf di Lenox Hill Hospital, New York City, Dr. Salman Azhar, mengatakan bahwa, sangat masuk akal jika ada implikasi antara tidur terlalu lama dengan penyakit stroke.

Sebab, kebiasaan tidur dalam waktu yang terlalu lama sama halnya dengan mengurangi aktivitas tubuh secara terus-menerus, dan tentu hal itu tidak menyehatkan tubuh.

Serangan Penyakit Jantung
Jangan anggap tidur yang terlalu lama tidak berdampak negatif bagi kesehatan tubuh. Karena faktanya, kebiasaan tersebut sangat berperan meningkatkan risiko penyakit mematikan, seperti serangan penyakit jantung.

Sebuah penelitian yang melibatkan 72 ribu wanita menemukan fakta kalau ternyata tidur selama 9 hingga 11 jam setiap malamnya mengakibatkan serangan penyakit jantung koronor terhadap 38% dari total peserta sebanyak 72 ribu.

Meski hubungan antara tidur berlebihan dengan penyakit serangan jantung belum bisa diketahui secara pasti.

Tetapi, hal itu dapat dijadikan peringatan dini buat Anda untuk bisa mengatur durasi tidur supaya tidak berlebihan. Kuat dugaan kondisi ini berkaitan dengan depresi yang juga akibat dari tidur terlalu lama.

Penyebab Seseorang Tidur Terlalu Lama
Tidur merupakan aktivitas yang alamiah, dan menjadi momentug untuk tubuh beristirahat setelah beraktivitas seharian.

Sama halnya dengan mesin, tubuh juga tidak bisa diporsir untuk terus bekerja karena dapat menganggu kinerja tubuh, sehingga memicu masalah kesehatan hingga terserang penyakit.

Namun, kebiasaan tidur terlalu lama juga tidak dapat dikatakan baik bagi kesehatan tubuh, bahkan dampak negatifnya sama seperti halnya kurang tidur, memicu penyakit penyerang.

Manusia normalnya butuh waktu tidur selama 7-8 jam. Jika lebih dari waktu tersebut, maka bisa dikategorikan tidur terlalu lama.

Pada umumnya tidur terlama disebabkan seseorang terlalu nyaman terlelap di atas tempat tidur yang empuk.

Tapi, tidur terlalu lama juga bisa menjadi pertanda ada sesuatu yang salah dengan diri seseorang, entah karena depresi, sleep apnea obstruktif, atau hypersomnia. (Inverse/HR-Online)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.