Jumat, 22 Oktober 21

AO Bank Kurang Paham Potensi Bisnis Kemaritiman

AO Bank Kurang Paham Potensi Bisnis Kemaritiman

Jakarta, Obsessionnews – Kurangnya pemahaman perbankan terhadap potensi sektor maritim berdampak pada sulitnya sektor andalan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut untuk mendapatkan kucuran kredit.

Hal itu disampaikan oleh Deputi Komisioner Pengawasan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Irwan Lubis kepada wartawan di Jakarta, Selasa (10/2/2015). Menurut dia, selama ini Sumber Daya Manusia (SDM) ataupun Account Officer (AO) perbankan belum menguasai sektor kemaritiman.

“AO-nya mereka kan kebanyakan pendidikannya keuangan atau akutansi, jadi enggak paham untuk sektor kemaritiman,” kata dia.

Akibatnya, hingga saat ini tidak sedikit perbankan masih ragu – ragu untuk menerima pengajuan kredit dari para pengusaha di bidang kemaritiman.

Padahal menurut dia jika AO perbankan tersebut memiliki pengetahuan luas di industri kemaritiman maka keraguan semacam itu tidak akan ada.

Selain itu pihaknya juga mengaku bahwa hingga saat ini sektor kemaritiman memang masih memiliki catatn kredit macet yang tidak sedikit sehingga membuat pelaku bisnis perbankan ragu – ragu untuk menyalurkannya.

“Kredit macet atau bermasalah di sektor kelautan dan perikanan ini masih tinggi bahkan sampai menyentuh double digit,”

Padahal jika dilihat secara keseluruhan sebenarnya sektor tersebut memiliki potensi yang sangat besar karena tidak kurang dari 75 persen wilayah Indonesia adalah lautan.

Untuk itu pihaknya menghimbau agar perbankan mau mendekati sektor maritim dengan membenahi konsep kreditnya guna mengurangi risiko yang mungkin muncul.

“Membangun sektor dengan konsep yang bagus untuk mengurangi risiko. Dekati dengan KUR atau kredit program OJK mengarahkan kredit mikro,” ujar dia. (Kukuh Budiman)

Related posts