Sabtu, 24 Agustus 19

Akibat Dipecat, Dua Kader Golkar Terancam Gagal Jadi Anggota DPR

Akibat Dipecat, Dua Kader Golkar Terancam Gagal Jadi Anggota DPR

Jakarta – Akibat mendukung pasangan Capres-Cawapres Jokowi-JK, tiga kader muda Partai Golkar dipecat. Pasalnya, Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie telah memutuskan Partai beringin ini untuk membulatkan dukungannya kepada pasangan Prabowo-Hatta di Pilpres 2014. Ketiga kader ‘pembelot’ yang dipecat dari Partai Golkar itu adalah Agus Gumiwang Kartasasmita, Poempida Hidayatullah dan Nusron Wahid. Ketiganya masih menjadi Anggota DPR RI periode 2009-2014.

Yang menjadi fatal, dua orang diantara mereka ternyata merupakan Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI yang terpilih kembali dalam Pemilu legislatif 9 April 2014.  Kedua kader Partai Golkar itu adalah Agus Gumiwang yang juga putra Politisi senior Golkar Ginandjar Kartasasmita dan Nusron Wahid yang kini merupakan Ketua Umum GP Ansor.

Keduanya terancam tidak bisa dilantik menjadi Anggota DPR kembali untuk periode 2014-2015, karena sudah dipecat sebagai anggota Partai Golkar, sehingga mereka tidak lagi memenuhi syarat menjadi anggota DPR. Hal ditegaskan oleh anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), Sigit Pamungkas. “Harus ada surat keputusan yang dikeluarkan partai yang bersangkutan,” tandasnya, Rabu (25/6/2014).

Ia menambahkan, Caleg yang dipecat oleh partainya akan diganti oleh caleg nomor urut berikutnya dari daerah pemilihan yang sama, berdasarkan surat keputusan dari pimpinan partainya. Ketentuan itu diatur dalam Peraturan KPU Nomor 29 Tahun 2013 tentang penetapan hasil pemilu, pembagian kursi, dan calon terpilih. “Penggantian caleg terpilih untuk dilantik menjadi anggota DPR dan DPRD diatur dalam Pasal 50 ayat 2,” jelasnya.

Sebagai catatan, berdasarkan hasil rekapitulasi suara hasil pemilu legislatif, Agus dan Nusron terpilih menjadi anggota DPR periode 2014-2019. Agus meraih 102.469 suara melalui Dapil Jawa Barat II. Sedangkan Nusron meraup 243.021 suara. Tapi karena dianggap membelot, mereka dipecat dari Partai Golkar.  “Surat pemecatan dari keanggotaan partai ditandatangani Ketua Umum Aburizal Bakrie,” kata Ketua DPP Partai Golkar bidang Kaderisasi dan Organisasi, Mahyudin, Senin (23/6) lalu.

Ternyata, ketiganya dibela oleh Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Agung Laksono. Menurutnya, pemecatan terhadap tiga kader tersebut tidak sesuai AD/ART partai. “Kami berpandangan bahwa eksponen menolak proses pemberhentian sebagai anggota Golkar terhadap tiga teman kami,” kilah Agung, Rabu (25/6).

Bahkan, ia menilai, keputusan pemecatan yang disetujui Ketua Umum Aburizal Bakrie masih menjadi kabur, lantaran bentuk pelanggaran yang dilakukan tiga kader itu tidak jelas. Apalagi, pemecatan juga langsung dari keanggotaan partai bukan hanya jabatan di parlemen. “Itu menurut kami terlalu berat, juga memutus hubungan mereka bertiga dengan induk yaitu Partai Golkar yang selama ini ikut dibesarkan,” protes Agung.

Karena itu, Agung bersama eksponen Ormas Tri Karya Golkar memandang pemecatan sebagai hal keliru dan perlu dianulir. Partai juga diimbau segera merehabilitasi tiga kader yang dipecat. “Sehingga, kalaupun nanti ada proses lanjutan tentunya harus sesuai AD/ART partai,” tegasnya usai pertemuan eksponen Ormas Tri Karya yaitu SOKSI, MKGR, dan Kosgoro 57 menanggapi tiga kader yang dipecat, diantaranya dihadiri senior Golkar Fahmi Idris, Zainal Bintang dan Yorrys Raweyai.

Lantas bagaimana komentar dua kader Golkar yang terancam gagal jaid anggota DPR RI kembali? Tenryata, Nusron Wahid mengaku tidak mempermasalahkannya. Anggota Komisi VIII DPR RI ini menegaskan, dukungan terhadap Jokowi-JK adalah aspirasi pribadi dan tidak membawa nama partai. “Mau dipecat, mau diapakan, saya tidak begitu peduli,” ucap Nusron usai menghadiri rapat tertutup beberapa organisasi sayap Partai Golkar di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (25/6/2014).

Menurut Nusron, panggilan nurani dan aspirasi rakyat tidak bisa dibodohi. “Bangsa ini akan stagnan kembali ke masa lalu kalau tidak dipimpin oleh orang yang bisa melanjutkan reformasi,” paparnya sembari berharap pasangan Jokowi-JK bisa memenangkan pilpres. “Karena itu kami serahkan sepenuhnya pengadilan rakyat dan keputusan Tuhan pada tanggal 9 Juli nanti,” imbuhnya.

Berbeda dengan sikap Nusron, reaksi keras datang dari  Agus Gumiwang Kartasasmita. Ia menyatakan tidak bisa menerima pemecatan sepihak yang dilakukan DPP Partai Golkar terhadap dirinya. Agus menyatakan akan menempuh jalur hukum untuk membela haknya. “Saya sangat menyayangkan keputusan tersebut dan terpaksa saya akan menggunakan jalur hukum yang tersedia,” tegasnya.

Agus pun mengaku, dirinya masih mempelajari keputusan pemecatan yang diberikan DPP Partai Golkar. “Kami sedang mempelajari jalur hukum yang tersedia, apapun itu jalurnya, pasti akan kami tempuh. Yang pasti kami tidak pernah dapat surat peringatan sekalipun,” ungkap Anggota Komisi I DPR RI ini.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR Poempida Hidayatullah diperkirakan tidak terpilih lagi menjadi anggota DPR RI. Pasalnya Caleg asal Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Barat (Sumbar) I ini hanya memperoleh 19.707 suara dari 1.289.236 suara sah di Dapilnya yang diperebutkan di Pemilu legislatif 9 April 2014. (Ars)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.