Rabu, 11 Desember 19

Breaking News
  • No items

Aceh Kembali Kukuhkan 90 Desa Bersinar

Aceh Kembali Kukuhkan 90 Desa Bersinar
* Sebanyak 90 desa di Provinsi Aceh kembali mengukuhkan diri sebagai Desa Bersih Narkoba (Desa Bersinar). (Foto: BNN)

Jakarta,    Obsessionnews.com –  Sebanyak 90 desa di Provinsi Aceh kembali mengukuhkan diri sebagai Desa Bersih Narkoba (Desa Bersinar). Sebelumnya sebanyak 84 desa telah mendeklarasikan dirinya sebagai Desa Bersinar. Desa Bersinar menjadi salah satu program unggulan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam menekan angka prevalensi penyalahgunaan narkoba dengan melibatkan masyarakat dan pemerintah daerah sebagai penggiat anti narkoba.

 

Baca juga:

BNN Gelar ‘Induction Training’ untuk Tingkatkan Kinerja Pegawai

Kolombia Berkomitmen Bantu Indonesia dalam Penanganan Narkoba

Kepala BNN Heru Winarko Ajak KNPI Maksimalkan Program Desa Bersinar

22 Desa di Sumut Jadi Pilot Project Desa Bersinar

 

Ratusan pelajar Kota Banda Aceh dan sejumlah masyarakat yang terdiri dari pegawai negeri sipil, TNI/Polri,  serta para kepala desa turut mendeklarasikan diri  yang disaksikan langsung oleh Kepala BNN Heru Winarko di Lapangan Blangpadang, Banda Aceh, Selasa (8/10/2019).

Aksi deklarasi ini ditandai dengan pembacaan teks antinarkoba oleh seorang pelajar dan anggota TNI. Diikuti dengan pembukaan selubung bertuliskan “Satukan Semangat Bulatkan Tekad untuk Aceh Hebat Tanpa Narkoba” yang tertera pada dinding bus Transkutaraja.

Heru Winarko merasa bangga atas respons positif yang diberikan masyarakat Aceh terhadap upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Provinsi Aceh.

“Desa Bersih Narkoba merupakan program yang melibatkan unsur masyarakat untuk mencegah serta memberantas peredaran narkoba di desanya masing-masing,” tegas Heru.

Dikutip dari siaran pers yang diterima obsessionnews.com, Rabu (9/10), Heru menyebutkan Aceh menjadi salah satu pintu masuk narkoba, terutama sabu, dari luar negeri. Jenderal bintang tiga tersebut mengaku telah banyak menangkap bandar dari luar negeri yang beroperasi di kawasan Aceh.

“Kami telah banyak menangkap Bandar dari luar negeri, namun itu tidak menjadi tujuan utama. Akan tetapi yang lebih penting adalah bagaimana membangun budaya masyarakat yang anti penyalahgunaan narkoba,” ujar Heru di hadapan awak media.

Heru meyakini jika Indonesia dapat menekan jumlah permintaan narkoba, maka dengan sendirinya suplai narkotika tersebut akan berkurang. BNN mengaku akan terus memperbanyak jumlah Desa Bersinar sebagai benteng pertahanan dari narkoba.

“Desa bersinar ini akan menjadi benteng pertahanan masuknya narkoba, terutama yang memiliki jalur tikus penyelundupan. Masyarakatnya sendiri yang akan memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba,” kata Heru. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.