Jumat, 9 Desember 22

20 Finalis Berkompetisi di Akademi Madrasah Digital

20 Finalis Berkompetisi di Akademi Madrasah Digital
* Podcast Road To Grand Final Akademi Madrasah Digital 2021. (Foto: kemenag.go.id)

Jakarta, obsessionnews.com – Kementerian Agama (Kemenag) RI berkolaborasi dengan salah satu operator selular di Indonesia, XL Axiata, tengah menggelar Akademi Madrasah Digital tahun 2021. Ajang ini sudah memasuki tahap final. Total ada 20 finalis yang akan berkompetisi untuk menjadi yang terbaik.

 

Baca juga:

Alhamdulillah, Aplikasi Haji Pintar dan E-Learning Madrasah Raih Digital Innovation For Public Service

Menteri Yaqut Tegaskan Madrasah dan KUA Bersalin Rupa untuk Transformasi Layanan

Sarpras Memadai, Kemenag Minta MAN IC Jadi Pionir Digitalisasi Madrasah

 

 

Akademi Madrasah Digital merupakan program corporate social responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial yang diselenggarakan oleh XL Axiata dan Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag. CSR Akademi Madrasah Digital sebagai ajang pengembangan siswa Madrasah Aliyah.

“Di Madrasah itu ada dua manfaat, ada manfaat dunia dan manfaat akhirat,” ungkap Direktur KSKK Madrasah Ishom Yusqi saat berbicara pada Podcast Road To Grand Final Akademi Madrasah Digital 2021 sebagaimana dikutip dari situs Kemenag, Kamis (7/4/2022).

Podcast ini juga menghadirkan Group Head Network Planning & Design XL Axiata Kustanto. Sebagai pemandu acara adalah Varid Airlangga selaku New Ventures Development X-Camp.

“Kehidupan dunia merupakan sarana untuk meraih kehidupan terbaik melalui Teknologi Solusi Digital yang dihasilkan dan nilai-nilai kehidupan akhirat memberikan manfaat yang dapat membuat manusia itu semakin bijak dalam pemanfaatannya,” ujar Ishom.

Dia menjelaskan, Akademi Madrasah Digital digelar sebagai wujud CSR XL Axiata bersama Kemenag dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dari sektor pendidikan Madrasah. Ajang ini tidak hanya merupakan perlombaan semata, namun juga sebagai sarana siswa Madrasah Aliyah untuk belajar dan mengembangkan teknologi secara lebih lanjut, khususnya pada ranah  internet of things yang nantinya dapat berkembang ke arah artficial intelligence.

“Madrasah bukan lagi pinggiran, tapi sudah terdepan dengan Akademi Madrasah Digital ini,” tuturnya.

Babak Final Akademi Madrasah Digital akan digelar pada Mei 2022 dan ditayangkan melalui kanal YouTube Direktorat KSKK Madrasah Kementerian Agama dan XL Axiata.

Berikut ini 20 tim Madrasah Aliyah yang lolos babak final:
1. Waiters Robot Covid-19 (MAN Lumajang) yang merupakan sebuah robot yang berfungsi sebagai pembantu tenaga medis di masa pandemi
2. SILABANG (MAN 1 Brebes) yang berguna untuk monitoring kelembaban tanah persawahan bawang merah
3. ALMOTRA (MAN 1 Yogyakarta) yang berfungsi untuk mengambil atau menampung sampah yang bekerja berdasarkan perintah aplikas
4. Auto-Fresh (MA Al Bidayah Bandungan Semarang) yang merupakan sebuah alat penyiraman otomatis
5. Prone.id (MAN Insan Cendekia Tanah Laut) yang berfungsi untuk mendeteksi kelembapan tanah, suhu, dan udara melalui satu aplikasi

6. Wamoon (MAS Al Khairot Kp Jawa Tondano) yang dapat memonitoring dan mengontrol ketinggian air secara otomatis
7. AMPHIBI (MAN Blora) yang berfungsi untuk mendeteksi pH dan kekeruhan pada kolam ikan air tawar dari jarak jauh
8. In-Fast (MAN 1 Kota Malang) yang dapat menjalankan pertanian di dalam ruangan
9. E-Koi (MAN 2 Kudus) yang memiliki berbagai kemampuan, mulai dari monitoring kualitas air kolam, memberikan instruksi jikalau keadaan air kolam abnormal, memberikan real-time data, stabilitas yang tinggi, dan proteksi terhadap berbagai macam cuaca
10. LAYING HENS SYSTEM (MAN 1 Kudus) yang berfungsi untuk menyerap bau dan monitoring suhu pada kandang ayam petelur.

11. Watercare (MAN 1 Kuantan Singingi) yang berfungsi untuk memberikan peringatan dan deteksi dini yang dapat monitoring kondisi kadar pH dan kekeruhan air pada kolam ikan nila secara otomatis
12. M-Fish (MA Sabilul Ulum Jepara) yangberfungsi sebagai alat pakan ikan kendali jarak jauh
13. HYDRON (MAN 1 Kota Kediri) yang menggunakan sensor pH, TDS, suhu, dan ultrasonik sehingga dapat me-monitoring air nutrisi dalam tandon.
14. AIREN HOME (MAN 3 Tangerang) yang berfungsi sebagai irigasi pintar yang dapat memonitoring dan controlling air serta kelembapan tanah pada sawah
15. PESTDEC (MA Darussalam Sengon Jombang) yang berfungsi sebagai sistem pendeteksi dini hama dan penyakit pada tanaman tomat

16. BeRice (MAN Insan Cendekia Gowa) yang berfungsi untuk mempermudah badan amil zakat atau baznas dalam penyaluran zakat sekaligus dengan pendataan yang dinilai cukup rumit
17. Grow-C (MAN 1 Kota Kediri) yang dapat monitoring secara real time menggunakan sensor DHT22 yang berfungsi untuk mengatur suhu udara pada lahan
18. SIPENDATA (MAN 2 Ketapang) yang berfungsi untuk mengukur kadar kelembaban tanah pada perkebunan kelapa sawit
19. El Tofu (MAN Kota Blitar) yang berfungsi untuk mengkonversi limbah tahu menjadi listrik berbasis IoT serta dapat memonitor tegangan, arus listrik, dan daya yang telah dihasilkan oleh limbah.
20. MSG (MAN 1 Kabupaten Malang) atau Monitoring Smart Switch For Smart Grid  yang berfungsi untuk mengontrol daya listrik dari PLN dan Panel Surya, memonitoring daya yang dipakai dari PLN maupun dari Panel Surya. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.