Jumat, 17 September 21

Zumi Zola Tantang HBA di Pilgub Jambi

Zumi Zola Tantang HBA di Pilgub Jambi
* Bupati Tanjung Jabung Timur Zuma Zola

Jakarta, Obsessionnews – Populer, ganteng, dan masih muda, itulah sosok Zumi Zola. Pada periode 2004 – 2010 Zola dikenal sebagai pemain sinetron. Sinetron-sinetron yang dibintanginya antara lain Culunnya Pacarku, Kut’lah Jatuh Cinta, Hantu Jatuh Cinta, 3 in 1, Cowok-Cowok Keren, Julia Jadi Anak Gedongan, Si Cecep, dan Sweet 17.

Selain itu Zola berasal dari keluarga kaya. Dia anak Zulkifli Nurdin, pengusaha dan mantan Gubernur Jambi dua periode (2000 – 2005 dan 2005 – 2010). Zulkifli juga mantan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Jambi.

Popularitas Zola sebagai pemain sinetron berhasil mengantarkannya menjadi Bupati Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, pada 2011. Ketika itu dia didukung PAN. Ternyata pria kelahiran Jakarta, 31 Maret 1980 ini tak puas hanya menjadi bupati. Zola ingin ‘naik kelas’ menjadi gubernur. Sebelum jabatannya berakhir pada 2016, Zola resmi maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi yang akan digelar Desember 2015. Ia kembali diusung PAN. Deklarasi pencalonannya akan dilakukan seusai Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran. Zola menggandeng ayahnya sebagai penasihat tim suksesnya.

Gubernur Jambi Hasan Basri Agus (HBA)
Gubernur Jambi Hasan Basri Agus (HBA)

Dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) mendatang  itu Zola menantang Gubernur Jambi petahana Hasan Basri Agus (HBA). Hal ini ibarat pertarungan anak melawan bapak. Zola berusia 35 tahun, sedangkan HBA berumur 62 tahun. HBA mendapat dukungan dari Partai Demokrat. HBA sendiri adalah Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jambi.

Persaingan antara Zola melawan HBA menarik, karena mereka sama-sama populer. Zola tentu akan berupaya keras memanfaatkan ketenarannya sebagai pemain sinetron. Sementara itu HBA yang menjadi Gubernur Jambi sejak 2010 antara lain sukses dengan program Samisake (Satu Miliar Satu Kecamatan). Dalam program ini satu kecamatan mendapat bantuan dana Rp 1 miliar untuk membangun rumah warga miskin, beasiswa anak-anak dari keluarga miskin, dan modal untuk berwirausaha. (Arif RH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.