Senin, 21 September 20

Wow…Keren! Rio Hermawan, Anak Penjual Es Dung-dung Diterima Kuliah di UGM

Wow…Keren! Rio Hermawan,  Anak Penjual Es Dung-dung Diterima Kuliah di UGM
* Rio Hermawan bersama ayah dan ibunya. (Foto: Humas UGM)

Obsessionnews.com – Bahagia! Itu perasaan Rio Hermawan (17) ketika mengetahui dirinya diterima kuliah di Departemen Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM). Kecintaannya pada ilmu kebumian dan impiannya suatu saat nanti bekerja di perusahaan migas setidaknya terbuka lebar. Ia tak henti-hentinya bersyukur. Wow…Keren!

 

Baca juga:

Peneliti UGM Kritik Lemahnya Koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah Tangani Covid-19

Membanggakan! UGM Melesat ke Peringkat 250 Dunia

“Senang pastinya karena UGM itu kampus impian banyak siswa,” kata Rio seperti dikutip obsessionnews.com dari keterangan tertulis Humas UGM, Selasa (11/8/2020).

Rio buah hati pasangan Encep Cepi dan Masikah yang menetap di Abepura, Jayapura, Papua. Ia anak kedua dari tiga bersaudara

Meski menetap di Papua, keluarga ini berasal dari Jawa. Encep sendiri berasal dari Bandung, Jawa Barat. Sementara sang istri berasal dari Demak, Jawa Tengah. Keluarga ini merantau ke Papua pada 2005, setelah sekian puluh tahun sebelumnya jadi penjual sayur di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta.

Di Abepura, Encep (47) berjualan es puter atau lebih dikenal dengan nama es dung-dung. Setiap hari Encep berjalan kaki puluhan kilometer mendorong gerobaknya,menyusuri gang-gang di sekitar pinggiran kota Abepura.

Dari berjualan es puter, Encep bisa membawa uang pulang sekitar Rp200-300 ribu. Namun, bila dipotong dari modal, Encep mendapat penghasilan bersih sekitar sekitar Rp120.000-150.000.

“Itu pun jika hari tidak hujan, kalau hujan saya tidak jualan,” katanya.

Encep berjualan dari jam 10 pagi dan pulang ke rumah sekitar pukul 16.00 sore. Encep mengaku sengaja jualan dengan berjalan kaki, sebab jika menggunakan motor maka akan sulit mendapat pembeli. Untuk satu es dung-dung dijual dengan harga Rp.2.000.

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.