Minggu, 24 Oktober 21

Wapres Minta BMT Indonesia Tetapkan Suku Bunga Berimbang

Wapres Minta BMT Indonesia Tetapkan Suku Bunga Berimbang
* Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam acara pembukaan silaturahmi nasional (silatnas) Perhimpunan BMT Indonesia di Jakarta, Kamis (28/9/2017).

Jakarta, Obsessionnews.com – Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta kepada Perhimpunan Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Indonesia untuk menetapkan suku bunga kredit yang berimbang agar mudah bersaing dengan kredit usaha rakyat (KUR) pada bank konvensional. Bunga KUR saat ini ditetapkan 9 persen, dan direncanakan turun kembali tahun depan menjadi 7 persen.

“Kalau BMT tidak bersaing dengan KUR yang saat ini 9 persen (bunga) akan sulit berkembang,” kata Jusuf Kalla dalam acara pembukaan silaturahmi nasional (silatnas) Perhimpunan BMT Indonesia di Kantor Wapres, Jakarta, Kamis (28/9/2017).

Acara ini turut dihadiri Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga (Pembina BMT), Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil (Penasehat BMT), Dewan Pakar BMT Sudirman Said, Direktur Utama LPDB-KUMKM Braman Setyo, Deputi Pembiayaan Kemenkop UKM Yuana Sutyowati, Ketua Umum Perhimpunan BMT Indonesia Joelarso, serta sejumlah perwakilan koperasi syariah sebagai peserta Silatnas 2017.

Di sela-sela acara ini Menkop UKM Puspayoga menyerahkan pembiayaan LPDB-KUMKM kepada 2 BMT, menyerahkan Sertifikat Profesi dan Akreditasi BMT. Dilakukan pula penandatanganan nota kesepahaman bersama (MoU) antara Dirut LPDB-KUMKM Braman Setyo, dengan Ketum Perhimpunan BMT Indonesia Joelarso dalam rangka menyalurkan pembiayaan kepada anggota koperasi.

Wapres Kalla mengatakan salah satu faktor yang bisa memicu pelaku usaha kecil berkembang adalah ketersediaan akses keuangan yang baik. Karena itu, JK menuntut BMT untuk mengembangkan diri, dengan memanfaatkan sarana teknologi, maupun membangun kerja sama dengan bank konvensional.

“Bersatu menggarap teknologi bersama. Bukan hanya dengan departemen, tapi juga bank seperti BRI supaya saling mendukung, kalau tidak, tidak akan jalan. Itu masalah yang kita hadapi,” tandas JK.

Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga sependapat dengan apa yang dikemukakan Wapres JK. Menurut dia, ada tiga kunci sukses dalam mengelola sebuah usaha. Pertama mengenai efisiensi, pemanfaatan teknologi, serta kerja sama dengan para stakeholder.

“Ini yang sangat strategis sesuai dengan arahan bapak wakil presiden tadi,” ujar Puspayoga.

Di tempat yang sama, Dirut LPDB-KUMKM Braman Setyo mengatakan pihaknya menyiapkan Rp 450 miliar untuk alokasi khusus pembiayaan syariah yang nantinya bisa diakses oleh koperasi syariah anggota BMT. Sedangkan bunga kredit ditetapkan berdasarkan sistem bagi hasil dengan kisaran antara 60:40 persen atau 70:30 persen.

“Dengan demikian kami berharap koperasi pembiayaan syariah bisa konsentrasi ke sana,” pinta Braman.

Bunga kredit BMT dinilai masih tinggi di atas 20 persen. Menurut Braman BMT idealnnya BMT menerapkan suku bunga di bawah 20 persen atau setidaknya 15 persen. Namun begitu, Braman berharap tidak ada persaingan di level koperasi syariah dalam menerapkan bunga kredit kepada anggotanya.

“Saya kira nanti semakin lama kompetisi dengan perbankan konvensional, bunga koperasi syariah akan semakin menurun,” tukas dia.

Perhimpunan BMT Indonesia merupakan sebuah wadah yang menghimpun Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS). Saat ini jumlah BMT yang menjadi anggota sebanyak 326. Semua BMT yang terhimpun berbentuk koperasi dan di bawah pembinaan Kemenkop UKM.

“BMT telah mengelola aset masyarakat lebih dari Rp 13 triliun dengan jumlah anggota koperasi yang dilayani lebih dari 3 juta orang. Jumlah yang signifikan sebagai sebuah kumpulan koperasi yang didesain secara mandiri,” ungkap Ketum Perhimpunan BMT Indonesia, Joelarso. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.